BAHAYA BID’AH BAGI UMAT ISLAM DAN PELAKUNYA

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Oleh : Abu Muhammad Jibril Abdurrahman

Bismillahirahmanirrohim………

Adapun sesudah itu maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad s.a.w, dan tali ikatan yang paling kokoh ialah ikatan taqwa, dan berhati-hatilah kamu terhadap perkara-perkara yang baru (dalam Agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru (dalam Agama) itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.

TIDAK ADA BID’AH HASANAH

Berdasarkan hadits diatas, maka sesungguhnya seluruh bid’ah adalah sesat tidak ada bid’ah hasanah. Karena Agama Islam sudah sempurna di masa hidup nabi s.a.w. dan dia tidak memerlukan tambahan dari siapapun juga. Allah S.W.T berfirman :

“Pada hari ini telah Ku sempurnakan bagimu Agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku ridhai Islam sebagai Agamamu”. Q.S Al Maidah:03

Imam Malik bin Anas berkata:

“Barangsiapa mengada-adakan suatu bid’ah dalam Islam, yang ia memandang bid’ah itu hasanah, maka sesungguhnya ia telah mangira bahwa Muhammad telah berkhianat atas risalah Tuhan, karena sesungguhnya Allah telah berfirman: ‘Pada hari ini Aku telah menyempurnakan bagi kamu agama kamu.’ Maka apa-apa yang tidak jadi agama pada hari itu, tidaklah menjadi agama pada hari ini.”

Berkata Sahabat Abdullah bin Umar:

“Tiap-tiap bid’ah itu sesat, sekalipun manusia memandangnya baik.”

Ibnu Mas’ud berkata: “Ber’ittiba’lah kamu kepada Rasulullah dan janganlah kamu ber ibtida’ (mengada-ada tanpa dalil), karena sesungguhnya agama ini telah dijadikan cukup buat kalian, dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan”.

Ibnu Rajab berkata: “Perkataan beliau “setiap bid’ah itu adalah kesesatan” merupakan ‘jawaami’ul kalim’ (suatu kalimat yang ringkas namun memiliki arti yang sangat luas) yang meliputi segala sesuatu. Kalimat itu merupakan salah satu dari pokok-pokok ajaran agama yang agung.

Ibnu Hajar berkata: “Perkataan beliau ‘setiap bid’ah adalah kesesatan’, merupakan suatu kaidah agama yang menyeluruh, baik itu secara tersurat maupun tersirat. Adapun secara tersurat, maka seakan-akan beliau bersabda : “Hal ini bid’ah hukumnya dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan”, sehingga ia tidak termasuk dari bagian agama ini, sebab agama ini seluruhnya petunjuk. Oleh sebab itu maka apabila telah terbukti bahwa suatu hal tertentu hukumnya bid’ah, maka berlakulah dua dasar hukum itu (setiap bid’ah sesat dan setiap kesesatan bukan dari agama), sehingga kesimpulannya adalah tertolak.

TIDAK BOLEH TAKLID MENGIKUTI PENDAPAT ORANG

Firman Allah dalam Al Quran :

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” Q.S. Al An’am : 11

Berkata Umar bin Khatab r.a :

“Wahai Manusia, sesungguhnya fikiran itu tidak lain adalah dari Rasulullah s.a.w sendiri yang benar, karena Allah telah memberikan pendapat kepadanya, dan tidak ada yang lain fikiran dari kami itu melainkan persangkaan dan pencarian saja”.

Dan beliau berkata lagi 😕

“Sesungguhnya ahli fikir (qiyas) itu musuh-musuh sunnahNabi, mereka itu tidak dapat menyimpan hadits-hadits dan terluput dari mereka riwayat-riwayatnya, dan mereka malu ketika ditanya untuk menyatakan: “Kami tidak mengerti”. Maka mereka menyaingi sunnah-sunnah dengan fikiran mereka, maka itu takutlah olehmu dan jauhkanlah olehmu mereka itu”.

Imam Malik berkata :

“Tidak ada seorangpun setelah nabi s.a.w kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi s.a.w”.

Semua imam madzhab yang empat melarang kaumnya mengikuti mereka dalam beragama, mereka menyuruh sepaya mengikuti hadits yang shahih. Para Imam itu berkata :

” Jika itu adalah hadits shahih, maka itu adalah madzhabku”

PENGERTIAN BID’AH

  1. Secara Bahasa

Kata  ‘Al Bid’ah’ menurut bahasa berarti “Sesuatu yang baru yang tidak didahului oleh contoh” atau “Sesuatu yang diadakan dengan bentuk yang belum pernah ada contohnya”. Sebagaimana Firman Allah :

“Allah yang mengadakan langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia. (Q.S. Al Baqoroh:117)

“Katakanlah olehmu (Muhammad): “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul…”. (Q.S. Al Ahqaaf:09)

Dari pengertian diatas Bid’ah dapat pula diartikan dengan;

1.Membuat-buat (ciptaan)

2. Sesuatu yang baru, sesuatu yang diada-adakan ( ditambah-tambah )

3. Merubah dari bentuk asli atau menukar ganti

4.Berarti juga menyembunyikan

  1. Secara Syar’i

“Bid’ah ialah setiap yang bertentangan dengan sunnah dari jenis perkataan, perbuatan, atau pegangan (aqidah) , sekalipun melalui usaha ijtihad”

Sebagian Ulama ahli hadits menta’rifkan bid’ah ialah:

” Yaitu urusan yang baru didalam agama, baik berupa aqidah, ibadah maupun berupa sifat bagi ibadat yang belum pernah ada (terjadi) dimasa Rasulullah s.a.w.”.

Imam Asy Syatibi dalam kitabnya ‘Al I’tisham’ menulis tentang ta’rif  bid’ah:

“Ibarat satu thariqat (jalan/cara) diada-adakan dalam agama, yang menyerupai hukum syariat, yang dimaksudkan dengan mengerjakannya ialah ingin mengabdikan diri (beribadat) kepada Allah yang Maha Suci”

Jadi, yang dimaksudkan bid’ah didalam agama itu ada dua macam :

  1. Satu cara yang diada-adakan orang dalam agama dengan tujuan mengerjakannya untuk beribadah kepada Allah secara berlebih-lebihan.
  2. Satu cara dalam Agama yang diada-adakan orang dengan tujuan mengerjakannya bahwa dia dipandang menyerupai syariat, seperti apa yang dimaksukan oleh syariat.

BAHAYA BID’AH BAGI UMAT ISLAM

“Dari Ghudaif bin Al Harits r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak mengada-adakan suatu kaum akan suatu bid’ah, melainkan diangkatlah semisalnya daripada sunnah, maka berpegang dengan sunnah itu lebih baik

daripada mengada-adakan bid’ah” (H.R.Ahmad)

Dan dari (Ghudaif) juga ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak ada dari suatu umat mengadakan suatu bid’ah sesudah nabinya dibidang agamanya, melainkan ia melenyapkan semisalnya daripada sunah (H.R. Thabrani)

Dari Ibnu ‘Abbas r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak akan lenyap sesuatu daripada sunnah, sehingga tampaklah yang semisalnya daripada bid’ah, sehingga lenyaplah sunnah dan tampaklah bid’ah, sehingga dianggap cukuplah bid’ah itu bagi orang yang tidak mengenal sunnah.” (H.R. Ibnul Jauzi)

Dari ibnu Abbas r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda : “Sesungguhnya dimasa kemudian aku akan ada peperangan diantara orang-orang beriman”. Seorang sahabat bertanya: “Mengapa kita (orang yang beriman) memerangi orang yang beriman, yang mereka itu sama berkata : “Kami telah beriman.” Rasulullah s.a.w bersabda: “Ya, karena mengada-adakan didalam agama, apabila mereka mengerjakan agama dengan pendapat fikiran, padahal didalam agama itu tidak ada pendapat fikiran. Sesungguhnya agama itu dari Tuhan, perintahNya, dan laranganNya…”.

BAHAYA BID’AH BAGI ORANG PELAKUNYA

Dari Aisyah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: “barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang bukan perintah kami maka ia tertolak.” Dan dalam riwayat lain : “Barangsiapa mengada-adakan dalam perintah kami ini yang bukan daripadanya, maka ia tertolak.” (H.R. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Dari Abdullah bin Abbas berkata: Rasulullah s.a.w pernah bersabda : “Allah enggan akan menerima amal perbuatan orang yang ahli bid’ah, sehingga ia meninggalkan bid’ahnya.” (H.R. Ibnu Majah)

Dari Hudzaifah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Allah tidak akan menerima bagi orang yang ahli bid’ah akan shalatnya, puasanya, shadaqahnya, hajinya, umrahnya, jihadnya, taubatnya, dantidak akan menerima tebusannya. Ia keluar dari Islam seperti keluarnya helai rambut daripada tepung.” H.R. Ibnu Majah

Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. pernah bersabda : “Sesungguhnya Allah menutup taubat dari tiap-tiap orang dari ahli bid’ah sehingga ia meninggalkan bid’ahnya.” H. R. Thabrani

Dari Abu Bakar Shiddiq r.a. berkata: Bahwasannya Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Iblis berkata: “Aku menghancurkan umat islam dengan dosa-dosa, lalu mereka membinasakan aku dengan istighfar; maka ketika aku melihat yang demikian itu, aku merusakkan mereka dengan hawa nafsu –bid’ah-, lalu mereka menyangka bahwa mereka itu mendapat petunjuk yang benar, lantas mereka tidak sama memohon ampunan.”

Dari Anas r.a berkata: Bahwasannya Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba apabila telah melakukan bid’ah, syaitan bertemu dengan sembunyi padanya dan ibadat, dan menjatuhkan atasnya rasa khusu dan tangis.” H.R. Abu Nashar

Dari Jundab Al Bajili berkata; Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Apa yang akan kamu katakan pada suatu kaum yang penuntun (pemimpin) mereka masuk syurga dan pengikut mereka masuk neraka? Para Sahabat berkata: “Ya Rasulullah, sekalipun mereka mengerjakan pekerjaan seperti pekerjaan mereka?, Rasulullah bersabda: “Dan sekalipun mereka berbuat sebagaimana pemimpin mereka berbuat.” Mereka masuk syurga sebab apa-apa yang terdahulu bagi mereka, dan mereka masuk neraka sebab apa yang mereka ada-adakan.” H.R. Samuwaih

Dari Anas r.a. berkata; Rasulullah s.a.w mengantuk sebentar, lalu mengangkat kepalanya dengan tersenyum kemudian bersabda: “Sesungguhnya baru saja diturunkan kepadaku satu surat.” Beliau lalu membaca “Bismillaahirrahmaanirrahiim” Innaa a’thainaakal kautsar.” (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada engkau (Muhammad) alkautsar). Beliau membacanya hingga selesai satu surat. Beliau bersbda: “Al Kautsar itu sebuah sungai yang Tuhanku telah memberikannya kepadaku didalam syurga yang diatasnya ada beberapa kebaikan, kelak hari Kiamat Ummaku akan datang kepadanya. Alat-alat mengambilnya (bejana) seperti banyaknya bintang-bintang, seorang hamba dari ummatku terjauh dari mereka (umat), lalu aku berkata: “Ya Tuhan sesungguhnya dia adalah ummatku!”. Lalu dikatakan kepada belaiu: “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang telah diada-adakannya sepeninggalmu.” H.R. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Jarir At thabari

Dari al Hakam bin Umair berkata, Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Perkara yang sangat jelek, dan beban yang amat berat dan perbuatan jahat yang tidak putusnya telah menampakkan beberapa perbuatan bidah.” H.R. At Thabrani

Dari Anas r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Barangsiapa yang mengicuh umatku, maka murka Allah kepadanya, dan murka malaikat, dan murka segenap manusia.” Beliau ditanya: “Ya Rasulullah, apa yang dinamakan mengicuh?” beliau menjawab: bahwa ia berbuat bid’ah kepada mereka suatu bid’ah lalu dikerjakannya.” H.R. Ad Daruqutni??dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Akan datang suatu kaum yang akan membunuh sunnah dan berlebihan tentang agama,maka atas mereka itu la’nat Allah dan la’nat orang-orang yang melaknat, dan la’nat malaikat serta la’nat segenap manusia”.( H.R. ad Dailami)

Dari Abi Umamah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: Ahli-ahli bid’ah itu anjing-anjing neraka.” (H.R Abu Hatim)

Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Bukan dari Ummatku barangsiapa yang beramal bukan dari sunnahku”.(H.R Ad Dailami)

Dari Aisyah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “sesungguhnya agama islam itu akan berkembang, kemudian akan ada padanya keterlambatan, maka barangsiapa yang keterlambatannya melebihi batas dan bid’ah, maka mereka itu ahli neraka.”( H.R Thabrani)

Dari Anas r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Ahli bid’ah itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk yang diciptakan”. (H.R Abu Nu’aim)

Dari Abdullah bin Busyr r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Barangsiapa menghormati seorang ahli bid’ah maka sesungguhnya ia telah menolong untuk kehancuran agama islam.” (H.R Thabrani)

Dari Anas r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Apabila mati seorang ahli bid’ah, maka sesungguhnya telah dibukalah (menanglah) didalam Islam suatu kemenangan”.( H.R. Al Khatib dan Ad Dailami)

Wallahu ‘alam bishawab………………………….

3 responses to “BAHAYA BID’AH BAGI UMAT ISLAM DAN PELAKUNYA”

  1. “tidak ada bid`ah hasanah”, anda sadar saat menulis kalimat tersebut, wahai abu jibril?
    kalau anda yakin, maka itu pendapat anda. dan pendapat anda belum tentu pendapat Islam.
    sudah anda tidak usah mengurusi soal bid`ah,,noh urusin ana ente yang teroris itu,,,!!!

    • @ Opik: harap anda renugi perkataan Imam Malik bin Anas Ra berikut:

      “Barangsiapa mengada-adakan satu bid’ah di dalam Islam, yang ia memandang bid’ah itu hasanah, maka sesungguhnya ia telah menyangka bahwa Muhammad telah berkhianat akan risalah tuhan, karena sesungguhnya Allah berfirman: ‘Pada hari ini aku menyempurnakan bagi kamu agama kamu.’ Maka apa-apa yang tidak jadi agama pada hari itu, tidaklah menjadi agama pada hari itu.” [Baca: Al-I’tisham oleh Asy-Syathibi, 1/49]

      Apakah anda berana juga menyalahkan Ulama sekaliber Imam Malik? bicaralah dengan ilmu, bukan dengan nafsu…!!

  2. Sebelum elit Islam memberi stigma bid’ah terhadap peradaban yang berlaku di masyarakat, sebaiknya bermuhasyabah apakah fatwa/dogma selama ini tidak mengandung bid’ah, misalnya: haram liberalisme, haram pluralisme, haram HAM, haram kebudayaan, haram seni ukir patung, dan haram-haram lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terkait

Tulisan Rekomendasi

Tulisan Terbaru

Tulisan Terpopuler

No Content Available