Buku Ajaib Buat Mujahid Yang Merindukan Syahid[bag 1]

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

PERSEMBAHAN

kepada mereka yang menyaksikan ruh jihad, kesungguhan dan pengorbanan di bumi islam dan Arab di mana saja mereka berada.

Kepada pemimpin kaum muslimin, Muhammad Farghali dan Yusuf.  Kepada mereka yang telah menemui janjinya dan mereka yang sedang mencoba mengangkat bendera jihad di Palestina, Suria, Mesir, Pilipina, Libanon dan Kasymir.

Kepada mereka yang masih berada di atas jalan ini memoles dengan tinta darah mereka menanti tanda-tanda kepahlawanan di atas gunung Hindukus di Afghanistan. Kepada mereka semua di belahan bumi yang lain, seandainya mereka bersungguh-sungguh kepada Allah swt. pasti Allah swt. akan memenuhi janji kepada mereka. Mereka sedang menorehkan sejarah dengan tinta keringat dan darah mereka.

Saya persembahkan sekelumit dari ini dengan harapan semoga Allah swt. menerima kita semua sebagai bagian dari golongan orang-orang shaleh.

Hamba yang faqir

Abdullah Azzam

SEKILAS TENTANG AKIDAH SALAF SYAIKH DR. ABDULLAH AZZAM

Saya tahu bahwa buku ini akan memberikan greget kepada sebagian orang-orang yang baik. Yaitu orang-orang yang mendapatkan anugerah Allah swt mendalami pemahaman kaum salaf –khususnya dalam persoalan aqidah–, hanya saja saya berharap kegelisahan ini memisahkan manusia menjadi golongan orang-orang yang belajar ataukah orang-orang yang vakum hanya melihat kepada apa yang tampak dari nash.

Orang-orang yang mau mendalaminya, mereka akan mendapat bagian yang besar tentang pengetahuan dan wawasan yang cukup tentang sirah para sahabat dan tabiin dan beberapa karamah yang mereka dapatkan. Mungkin hal ini sudah cukup untuk meyakinkan berita-berita yang berkembang kepada mereka.

Adapun orang-orang yang tidak baik, kami tidak akan menghiraukan perhatian mereka, sebab mereka telah menjadikan dien mereka sebagai bahan mainan dan senda gurau. Dan kita telah diperintahkan untuk mengabaikan mereka berdasarkan dalil al Qur’an:

?????? ????????? ?????????? ????????? ??????? ????????? ????????????? ?????????? ??????????

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikabn agama mereka sebagai main main dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.” QS. Al An’am: 70

Sebenarnya, saya akan menjelaskan tentang aqidah saya hanya kepada para pelajar yang memiliki hati yang lurus sehingga tidak terjerumus terlalu jauh bersama prasangka buruk yang mereka tuduhkan kepadaku dengan sebutan kelompok shufi yang menyimpang atau mengada-ada sesuatu yang menyimpang dari inti kebenaran.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Dan shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada rasulullah saw. Kepada keluarga dan para sahabatnya seluruhnya. Allah swt. telah mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar agar Alalh memenangkan agama-Nya di atas seluruh agama yang ada dan cukuplah Allah swt. sebagai saksi.

Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah swt semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya, menetapkan dan mengesakan dengan rububiyah, uluhiyyah dan nama serta sifat-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Ini adalah aqidahku, yaitu akidah al firqah an najiyyah al manshurah (kelompok yang selamat dan mendapat kemenangan) hingga hari kiamat, yang disebut dengan ahlussunnah wal jamaah. Yaitu iman kepada Allah swt., para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kebangkitan setelah mati dan beriman kepada takdir yang baik dan buruk.

Iman Kepada Nama dan Sifat Allah swt.

Di antara konsekwensi iman kepada Allah swt. adalah iman kepada apa yang disifatkan untuk diri-Nya yang tercantum di dalam kitab-Nya dan yang terucap melalui lisan rasul-Nya tanpa menyimpangkan maknanya dan tidak meniadakannya sama sekali, tanpa bertanya bagaimana, dan tidak pula memisalkan. Akan tetapi kami beriman dan meyakini bahwa Allah swt. tidak ada yang semisal dengan Dia dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Maka kami menetapkan nama-nama yang baik untuk Allah swt. dan sifat-sifat yang tinggi yang terdapat di dalam kitab dan sunnah yang shahih.

Kami meyakini bahwa generasi salaf (radhiallahu ‘anhum) dan ahlissunnah wal jamaah, mereka mengetahui makna sifat-sifat itu, akan tetapi mereka menyerahkan perkara bagaimana dan bentuknya kepada Allah ‘azza wa jalla. Kami meyakini sebagaimana mereka mayakini bahwa Allah swt. disifati dengan sifat-sifat ini dengan makna sebenarnya bukan makna majaz dan menyesuaikan dengan keagungan-Nya tanpa menyerupakan sifat-Nya dengan sifat makhluq-Nya. Sebagaimana imam Malik rahimahullah pernah berkata:

Istiwa’ (bersemayam) itu adalah sesuatu yang sudah diketahui,

Bagaimananya tidak diketahui,

Mengimaninya adalah wajib

Dan menanyakannya adalah perbuatan bid’ah.

Kami beriman bahwa Allah swt. memiliki tangan tidak sama seperti kedua tangan kita. Dia memiliki penglihatan yang tidak sama seperti penglihatan kita. Kami beriman kepada turunnya Allah swt ke langit dunia. Kami mengatakan, turun adalah sesuatu yang telah diketahui, bagaimana ia turun tidak diketahui, beriman kepadanya adalah wajib serta menanyakannya adalah perbuatan bid’ah.

Istiwa’ (bersemayam) Fauqiyyah (di atas)

Kami beriman bahwa Allah swt. bersemayam di atas ‘arsy jauh dari hamba-Nya berada di atas langit ketujuh. Kami tidak mengatakan istiwa’ bermakna istaula (menguasai) atau al haimah (bingung) serta kami mensucikan-Nya dari anggapan Dia bersama waktu dan tempat.

Al ma’iyyah adalah Dia bersama kita dengan pendengaran-Nya, penglihatan-Nya dan ilmu-Nya.

Iman Kepada Taqdir

Kami beriman kepada Allah swt bahwa Dia adalah yang menciptakan amalan hamba yang disertai sifat memilih di dalam amalnya. Kami beriman bahwa Allah swt. Maha melakukan apa saja yang Dia inginkan …. Tidak ada sesuatu yang terjadi melainkan dengan kehendak-Nya, tidak ada sesuatupun yang keluar dari ketentuan taqdir-Nya, tidak ada sesuatupun melainkan Dia yang mengaturnya, tidak ada sesuatu yang dialami dan yang tidak dialami oleh seseorang melainkan telah tercatat di dalam buku lauhul mahfuzh.

Aqidah kami adalah aqidah pertengahan antara qodariyah yang menyandarkan segala aktivitas kepada hamba dan menganggap hamba itulah yang menciptakan amal baik dan buruk yang dilakukan. Dan kami menyelisihi kelompok jabariyah, maka kami tidak mengatakan hamba itu dipaksa segala amal baik dan buruknya. Akan tetapi –sebagaimana yang pernah kami ungkapkan– kami meyakini bahwa Allah swt. yang menciptakan kami dan menciptakan amal kami serta hamba itu diberi pilihan dengan amalnya.

Dan di dalam masalah iman, kami meyakini bahwa iman adalah keyakinan hati, ucapan lisan, beramal dengan anggota badan. Dia dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiyat.

Soal Dosa-Dosa Kecil dan Dosa-Dosa Besar

Akidah kami adalah aqidah yang bersifat tawassuth (pertengahan) antara firqah murjiah dan haruriyyah (khawarij) serta mu’tazilah. Kami tidak mengatakan seperti ungkapan orang-orang khawarij bahwa pelaku dosa besar kafir. Kami pun tidak mengatakan seperti orang-orang murji’ah, bahwa iman itu tidak menjadi berbahaya dengan maksiat. Kami pun tidak mengatakan seperti orang-orang mu’tazilah, bahwa pelaku dosa besar berada di antara dua tempat (antara neraka dan jannah). Akan tetapi kami berharap kebaikan untuk orang yang muhsin dan takut atas orang-orang yang jahat. Apabila seseorang mati dan belum bertaubat maka persoalannya diserahkan kepada Allah swt., jika Dia berkehendak Dia akan mengadzab atau Dia akan mengampuninya.

Tentang Para Sahabat

Aqidah kami tawassut antara kelompok rafidhah (syiah) dan khawarij. Kami meyakini keutamaan seluruh para sahabat. Kami tidak berbuat ghulu dalam mensikapi ahli bait. Lain halnya dengan kelompok khawarij, mereka mengkafirkan Utsman, Ali, Thalhah, az Zubair, Muawiyah dan Amru bin al ‘Ash. Kami beriman bahwa manusia yang paling mulia dari umat ini adalah Muhammad saw. Kemudian Abu Bakar ash Shiddiq, kemudian Umar al Faruq, kemudian Utsman dzun nurain, kemudian Ali, kemudian sepuluh orang yang mendapat kabar gembira jaminan masuk surga, yaitu: Saad, Said, Thalhah, az Zubair, Abu Ubaidah, Abdurrahman bin Auf. Kemudian para sahabat yang ikut dalam baiat ridhwan, kemudian seluruh sahabat yang diridhai Allah swt.

Kami mencintai seluruh para sahabat, memintakan ampunan untuk mereka, kami memuji kebaikan mereka dan tidak mencela mereka. Kami tidak akan membicarakan perselisihan yang terjadi di antara mereka, kami mengakui keutamaan mereka, tidak mengkafirkan seorangpun orang islam karena dosa yang tidak menyebabkan darah mereka halal ditumpahkan atau melakukan perbuatan yang berakibat kepada kekafiran, seperti sujud kepada salib. Kami berharap Allah swt. mengampuni orang-orang yang baik dan memasukkan mereka ke dalam jannah dengan rahmat-Nya. Kami tidak memastikan dan bersaksi bahwa mereka adalah penghuni jannah, tidak pula penghuni neraka, kecuali orang-orang yang telah disaksikan oleh Rasulullah saw. dan kami ridha kepada ummahatul mukmini yang bersih dari segala celaan buruk.

Tentang Para Wali

Kemi percaya adanya karomah-karomah yang terjadi pada diri para wali Allah swt., orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Seluruhnya adalah wali-wali ar Rahman. Orang yang paling mulia di antara mereka adalah orang yang paling taat dan paling mengikuti al Qur’an dan as Sunnah.

Masalah Berhukum DenganSselain yang Diturunkan Allah swt.

Kami berpendapat bahwa berhukum dengan selain yang telah diturunkan Allah swt. adalah kafir keluar dari millah. Kami berpendapat, memutuskan perkara atas dasar hukum manusia adalah batil, tidak boleh dibiarkan dan dibenarkan. Kami meyakini bahwa jihad akan terus tegak sampai hari kiamat sejak Allah swt. mengutus Muhammad saw. sampai umat terakhir memerangi dajjal. Dan tidak ada seorang yang jahat ataupun orang yang berpaling mampu menghalangi.

Pelaku dosa besar dari umat Muhammad saw. tidak kekal di dalam neraka –apabila ia mati sebagai orang yang bertauhid–, meskipun dia belum bertaubat. Mereka berada di bawah kehendak dan ketentuan-Nya. Apabila Ia berkehendak Dia akan mengampuninya dengan karunia-Nya dan jika Dia berkehendak Dia akan mengadzab dengan keadilan-Nya.

Kami berpendapat, shalat di belakang orang yang baik dan fajir (pelaiku maksiat) dari umat islam adalah sah, dan juga menshalatkan salah seorang dari mereka yang meninggal dunia. Kami tidak memfonis seorang muslim dengan kafir, munafik dan musyrik selama tidak ada pada diri mereka sesuatu amalan yang mengeluarkan dari iman.

Kami membiarkan rahasia mereka kepada Allah swt. Kami tidak membenarkan dukun dan para normal. Kami membenci para pelaku bid’ah. Kami berpendapat bahwa meminta perlindungan dan kebutuhan hidup kepada orang mati adalah perbuatan syirik. Adapun bertawasul dengan manusia yang telah mati adalah dilarang dan wajib ditinggalkan.

Kami pun berpendapat bahwa membangun kuburan, menjadikannya sebagai masjid, memasang penerangan di atasnya, memasang bendera, memagar dan memberi tirai di kuburan adalah termasuk perbuatan bid’ah yang haram, wajib diperangi.

Kami beriman kepada fitnah kubur dan kenikmatan di dalamnya serta kami beriman ruh itu akan dikembalikan ke jasad. Kami beriman bahwa manusia akan berdiri menghadap Allah swt. dengan kondisi telanjang dan tidak beralas kaki. Kami beriman kepada shirat yang membentang di atas tepi jahannam yang akan dilewati oleh manusia dengan cara sesuai dengan kadar amal shaleh masing-masing. Kami beriman kepada telaga nabi kita saw. dan kami beriman kepada syafaatnya dan dialah yang pertama kali orang yang memberi syafaat. Jannah dan neraka adalah makhluq yang kekal dan sekarang keduanya telah ada. Orang-orang yang beriman akan melihat Rabb mereka dengan mata kepala sendiri pada hari kiamat seperti memandang bulan pada malam purnama. Bahwasannya nabi saw. adalah penutup para nabi dan rasul dan dia adalah manusia yang paling baik dari seluruh makhluq.

Bahwasannya Allah swt. terbebas dari memiliki batasan, arah tujuan, penopang, anggota tubuh dan peralatan-peralatan lain. Dan tidak pula memiliki arah yang enam, seperti yang dituduhkan oleh kelompok bid’ah. Kami beriman bahwasannya al ‘arsy dan al kursiy adalah benar. Dia tidak membutuhkan al ‘Arsy dan apa-apa yang ada di bawahnya. Dia Maha meliputi segala sesuatu. Ahli kiblat disebut sebagai orang muslim dan mukmin. Barang siapa yang melakukan shalat seperti shalat kami, menghadap ke arah kiblat kami dan memakan sembelihan kami dia adalah muslim, baginya pahala apa yang menjadi pahala kami dan baginya pula dosa apa yang menjadi dosa bagi kami.

Kami meyakini bahwa al Qur’an diturunkan dari sisi Allah swt. dia adalah kalamullah bukan makhluq, darinya dia berasal dan kepada-Nya pula akan kembali. Dan Dia swt. berbicara dengannya dan menurunkannya kepada hamba, rasul dan kepercayaan-Nya dengan mewahyukannya kepadanya dan sebagai penghubung antara Dia dan hamba-Nya adalah nabi kita Muhammad saw.

PENDAHULUAN CETAKAN KEDUA

Segala puji bagi Allah swt. kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung diri kepad Allah swt. dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan amal-amal kami. Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah swt. maka tidak ada yang mampu menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah swt. sesatkan, maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwasannya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah swt. dan saya bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusannya-Nya.

ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan engkau-lah yang menjadikan kesedihan itu datang dan apabila Engkau berkehendak, maka itu akan menjadi mudah.

Saya telah menulis pendahuluan untuk cetakan kedua buku ayaturrahman, meskipun dengan tergesa-gesa. Namun saya sangat senang bisa menyajikan tulisan ini dalam bentuk cetakan yang cukup menggugah hati selama tiga abad terakhir ini. Meskipun masih banyak kesempatan, kesungguhan dan pemikiranku yang belum maksimal untuk berkonsentrasi kepada peristiwa-peristiwa ajaib yang hingga kini peristiwa-peristiwa itu masih sangat diharapkan kehadirannya oleh kaum muslimin yang selalu mengikuti perkembangan.

Sesungguhnya persoalan Afghanistan merupakan kisah islam yang terluka, di mana-mana. Kisah tentang negeri-negeri yang dirampas dengan serakah dan keji dari seluruh penjuru di setiap tempat dan masa. Allah swt. berfirman,

???????? ???????? ????????? ??? ????????? ???? ???????? ?????? ??????? ??????? ???? ????????? {52} ???????????? ???? ???? ???? ?????? ????????

Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan:”Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu.Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.” QS. Adza Dzariyaat: 52-53

Peristiwa itu adalah nyata. Meskipun pahlwan sejarah dan para tokoh kisah ini banyak, ini bukan suatu yang mengherankan. Itu adalah namus ilahi, yaitu ketentuan Allah swt. yang berlaku di alam ini. Itu adalah aturan-aturan yang saling mengokohkan yang mengatur segala aspek kehidupan dan manusia. Allah swt. berfirman,

????????? ?????? ????? ???????? ?????????? ???????? ??????????? ????????? ????????? ????? ??? ?????? ????? ?????????????

Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebagaian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” QS. Al Baqoroh: 251

Itu adalah salah satu tanda-tanda kenabian al mushthafa saw. yang telah mengkabarkan bahwa kelak umat kita akan diperebutkan oleh seluruh manusia dari segala penjuru. Hati kaum muslimin akan terjangkit satu penyakit yang disebut al wahn, yaitu cinta dunia dan benci kepada kematian. Dan rasa takut akan dicabut dari hati musuh-musuh kita. Ya Allah kecualikanlah kelompok yang berpegang teguh di atas kebenaran, yang akan menang sampai datang keputusan-Mu.

Problem bangsa Afghanistan adalah problem Palestina, Pilipina, Suriyah, Libanon, Tasyad dan Mesir serta problem seluruh bangsa muslim. Penduduk Afghanistan telah dihargai dengan harga murah untuk memenuhi keinginan nafsu penguasa yang kejam dan menuruti hawa nafsu para raja.

Sesungguhnya luka ini masih menyisakan nyeri, dan kisah yang menyedihkan itu telah menambah kesedihan yang sudah ada. Problem jihad ini adalah mata rantai yang bersambung, yang bangkit dari jiwa yang penuh dengan harapan. Dan kini, sedang hidup di dalam susana penuh kesadaran yang tinggi untuk tetap teguh di atas jalan ini, seberapapun besarnya pengorbanan dan seberapapun berat beban yang harus dipikul.

Berbicara tentang problem bangsa Afghanistan bukan berarti menutup diri dari persoalan bangsa Palestina, justru dengan itu memberikan contoh yang baik kepada putra-putri kaum muslimin, bahwa segala sesuatu –dengan izin Allah swt.– semuanya adalah mudah jika tetap menjaga hubungan kepada Allah swt. dan selalu perhatian untuk menolong-Nya.

Allah swt. berfirman,

?????????? ????? ???????????? ??? ?????? ??? ????????????? ???????? ????????? ??????? ????? ???????? ????????

Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” QS. Fathir: 44

Benar sekali ucapan Tamim bin Nuwairah yang menyidir kita dan problem yang sedang kita hadapi. Beliau berkata di saat dia meratapi kematian saudara kandungnya, Malik bin Nuwairoh:

Apakah kamu menangisi semua kubur yang kamu lihat…?

Sungguh kuburan itu tidak mampu bergerak di antara rumput-rumput kering yang menimbunnya

Maka saya katakan:

Sesungguhnya kesedihan itu sedang menumbuhkan kepedihan,……

Maka biarkanlah saya, ini semua adalah kuburan Malik.

Berbicara tentang problem bangsa Afghanistan, sama halnya dengan berbicara tentang problem Palestina. Hukum jihad di dua bangsa ini adalah fardhu ain. Berbicara tentang jihad Afghan akan mengingatkan putra-putri Palestina dan seluruh penduduk negeri yang tidak perhatian kepada jihad di Palestina.

Tidaklah pantas seorang muslim menyerah dan berputus asa. Allah swt. berfirman,

??????????????? ??? ??????? ????? ??????? ??????????? ??? ??????? ????? ?????? ????????? ?????????????

“dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah swt. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” QS. Yusuf: 87

Akan tetapi, seharusnya dia pindah dari satu tempat menuju tempat yang lain, dari satu parit menuju parit yang lain, sehingga jiwanya tetap hidup, hatinya bergerak bersama rasa cinta kepada jihad dan mati syahid. Apabila dunia ini telah menguasai kita dan melupakan kita dari menolong Allah swt. di awal mulainya pertempuran di palestina, maka masih ada kesempatan untuk menanti pertempuran yang kedua. Suritauladan kita dalam segala hal adalah rasulullah saw. Pada saat kota Makkah telah sempit dan sulit untuk menanamkan dakwah islam dan tidak aman lagi bagi dakwah dan para penyerunya, beliau punya inisiatif untuk mencari basis lain yang akan dijadikan markas penyebaran dakwah islam. Seperti, beliau mengutus ke Habasyah, kemudian beliau sendiri pergi ke Thaif meminta perlindungan kepada kerabat dari keluarganya, sampai Madinah al Munawwaroh menjadi benteng kokoh dan aman untuk ditempati. Beliau saw. pun membangun umatnya dan mendidik generasi pilihan dan mulia. Kemudian beliau saw. bersama pasukannya kembali dan menaklukan kota Makkah setelah 8 tahun kemudian. Dan Makkah pun kembali suci dan bersih dari berhala-berhala hingga hari kiamat.

Sesungguhnya jihad di Afghanistan menjadikan jiwa para mujahid Afghan selalu teringat kepada bangsa Palestina. Berapa banyak para mujahid yang ditanya perihal apa yang akan dilakukan setelah jihad di Afghanistan mendapat kemenangan, insya Allah ? mayoritas mujahidin akan menjawab, kita akan melanjutkan jihad ini menuju kiblat pertama kita, yaitu baitul maqdis. Maka tidak heran, komandan tertinggi mereka, syekh sayyaf, yang telah sekian lama menyaksikan peta dunia, beliau mengatakan: bahwasannya mujahidin Afghanistan, setelah mereka mampu membentuk masyarakat islam di bumi Afghanistan, mereka akan memikul tugas menuju baitul maqdis. Mereka akan ke sana, insya Allah.

PENDAHULUAN CETAKAN PERTAMA

Segala puji bagi Allah swt. kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung diri kepada Allah swt. dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan amal-amal kami. Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah swt. maka tidak ada yang mampu menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah swt. sesatkan, maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwasannya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah swt. dan saya bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusannya-Nya.

ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan engkau-lah yang menjadikan kesedihan itu datang dan apabila Engkau berkehendak, maka itu akan menjadi mudah.

Di sekitar perbukitan Bamir, di tengah-tengah Benua Asia dan lereng-lereng bukit tersebut ada sekelompok bangsa yang hidup dengan terhormat bersama agama dan aqidahnya serta hidup bersama jiwa kesatrianya di hari-hari yang penuh dengan hiruk-pikuk pertempuran dan bahaya yang selalu mengancam melawan kekuatan beruang merah yang buas.

Pegungungan ini merupakan daratan tertinggi di Asia Tengah yang disebut dengan atap dunia. Karena sebagian daratan itu mencapai ketinggian 6.054 m. dan di wilayah pegunungan Hindhukus dan Sulaiman terbentang daratan seluas 650.000 Km2. Bumi Afghanistan berpenduduk muslim. Bumi itu telah dipenuhi dengan darah suci, dan hingga sekarang kurang lebih jutaan mujahid menjadi korban. Pengorbanan itu selalu bertambah dengan cucuran darah dan nyawa para syuhada demi menghadapi kekuatan dunia yang memiliki kekuatan pakta warsawada yang ada di hadapannya.

Bukan ironis lagi, kita melihat bangsa ini dengan rela mempersembahkan pengorbanan yang besar ini, yaitu suku Syisyinah yang kita kenal dari suku Akhzam. Sebagaimana Umar bin Khaththab pernah berkata kepada Ibnu Abbas ra., ini adalah perumpamaan seorang anak yang menyerupai sifat-sifat nenek moyangnya. Seperti, ilmu atau kemuliaan atau keberanian.

Afghanistan adalah bumi para ulama, seperti, Abu Hanifah, al Baihaqi, al Balkhi, dan Ibnu Hibban al Basti. Di wilayah perbatasan ada negeri imam at Tirmidzi, an Nasa’i, dan al Bukhari. Afghanistan adalah negerinya Qothaz (panglima yang pernah menaklukkan kaum Tatar), Muhammad al Ghaznawi (panglima yang menklukkan India), Fakhrurrazi, Ibnu Qutaibah, imamul haromain ( al Juwaini), al Bainuri, al Badkhasyi, al Farobi, Ibnu Sina, Jouz Jani dan putra al Yaji. Maka dari itu bangsa ini memiliki keistimewaan sebagai berikut:

  1. Mereka adalah bangsa yang berpenduduk 99 % muslim dan mayoritas adalah ahlussunnah wal jamaah. Sumber kebijakan mereka adalah islam sejak negeri ini ditaklukkan oleh Ashim bin Amru at Tamimi pada masa kekhilafaan Umar bin Khaththab sampai presiden Muhammad Dawud merampasnya pada tahun 1973 M. Ruh islam adalah penggerak pertama putra-putra bangsa dan islam pula sebagai tolak ukur sebuah masyarakat serta agama adalah neraca kewibawaan yang berlaku di negeri ini. Allah swt. berfirman,

????? ???????????? ????? ????? ??????????? ????? ????? ??????? ???????

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.” QS. Al Hujurat: 13

Afghanistan adalah bangsa yang menakjubkan, mereka selalu berkumpul bersama ulama. Pemimpin mereka adalah ualama dan mereka adalah kaum pemersatu yang pertama dan yang terakhir.

Maka tidak heran apabila bangsa yang beragama ini berani melengserkan dua rajanya secara berturut-turut:

Pertama: Raja Habibullah bin Abdurrahman pada tahun 1919 M. rakyat Afghanistan mengkudeta karena dianggap telah bekerjasama dengan inggris. Mereka terus berusaha menjatuhkannya hingga berhasil dan sang raja pun terbunuh.

Kedua: Raja Amanullah Khan, dia dikudeta oleh rakyatnya pada tahun 1924 M dan berlanjut sampai tahun 1928 M. dia dikudeta karena merubah undang-undang negara menjadi undang-undang barat dan akhirnya diapun bernasib sama dengan raja sebelumnya.

Afghanistan, sejak dahulu adalah negeri pusat peradaban ilmu, karena dia dekat dengan Bukhara yang terdapat 1000 lembaga pendidikan, tepatnya di kota Balkhan dan Mizar Syarif yang dihancurkan oleh pasukan Jenghis Khan. Dan dahulu penduduk Afghanistan yang berada di Bukhara menjadi para mahasiswa dan staf dosen.

  1. Afghanistan adalah negeri sumber ilmu pengetahuan islam dan mayoritas ulama Asia bagian tengah dan timur berasal dari negara tersebut.
  2. 60 % penduduk Afghanistan adalah dari keturunan suku Postun, yaitu percampuran antara keturunan Iraq, turki dan Iran. Sebagian lagi dari keturunan al Batan, yaitu keturunan suku Yantaz. Postur tubuh mereka tinggi, berkulit hitam, berambut hitam dan berombak. Mereka memiliki watak keras dan berjiwa plajurit, tidak mau terhina dan tertindas. Iskandar al Makduni dan inggris pernah mencoba menjajah dan ingin menanamkan panji-panji mereka di negara ini, namun selalu menemui kegagalan.

Bangsa inggris mengakui besarnya kerugian yang mereka derita pada tahun 1942 M ditambah dengan 12.000 tentara, seluruhnya tewas kecuali seorang, yaitu orang yang menulis buku pertempuran bersejarah, Dr. Pridon. Meskipun pasukan inggris mampu menjajah Negara India dan Pakistan pada tahun 1757-1946 M, selama dua abad mereka menjajah dengan kedok perserikatan India timur.

  1. Mereka adalah bangsa mulia dan terhormat. Belum pernah dihinakan oleh penjajah dan belum pernah diatur oleh tangan-tangan barat –kaum yang bermuka merah dan bermata biru– singa-singa Afghanistan tidak dapat berubah menjadi kera dengan propaganda progresif, demi kemajuan ilmu pengetahuan, janji manis ijazah sekolah yang menipu dan metode-metode lain yang semu. Syekh Sayaf pernah berkata: Sesungguhnya dataran tinggi bumi ini, semuanya, tidak bisa ditandingi jihadnya, meskipun hanya sesaat.

al Qadhi Muhammad pernah bercerita kepada saya, dia berkata: ada 1000 mujahid yang telah mati syahid di hadapanku. Di antara mereka ada anak dan saudara kandungku. Semua ini tidak pernah menyebabkan satu tetespun jatuh dari kelopak mataku dan saya tetap tidak peduli dengan ucapan seorang pegawai kedutaan Negara petro dolar yang menyebut sikap saya seperti seorang pengemis jalanan.

  1. Tidak ada satupun gereja dan misionaris di Afghanistan.
  2. Bangsa Afghanistan adalah bangsa yang berpenduduk miskin, sederhana dan tidak memiliki kemewahan, hidup dengan penuh kesederhanaan dan kaum laki-laki maupun perempuan tidak mengenyam kesenangan dunia. Bangsa yang hidup bersama kesusahan silih-berganti, namun merasa cukup hanya dengan makan roti kering. Tetapi di sanalah para mujahid hidup selama berbulan-bulan.
  3. Afghanistan adalah bangsa terhormat. Dia tetap mulia dan bersahaja di atas kemiskinannya. Tetap terhormat dan percaya diri dengan kefakirannya. Kondisi ini persis seperti kisah di salah satu riwayat, yaitu seorang arab pedalaman yang tinggal di sebuah tenda bersama seekor rusa yang terluka akibat bidikan panah seorang raja shaleh Mahmud al Ghazbawi. Ceritanya, sang raja mengikuti rusa yang terluka itu hingga rusa itu masuk ke dalam sebuah tenda kecil. Ia pun segera ingin mengambil rusa tersebut, namun seorang arab badui –pemilik tenda– tidak mengizinkan sang raja mengambilnya. Sang raja tetap ingin mengambinya tetapi tetap dicegah oleh orang arab badui. Dia berkata: rusa ini masuk ke dalam rumahku. Sebenarnya orang arab badui itu tahu yang berada di hadapannya adalah seorang raja, namun di tetap mempertahankan kemauannya. Dia menganggap bahwa rusa yang masuk ke dalam tendanya adalah ibarat orang yang membutuhkan perlindungan dan dia adalah tamu yang harus mendapatkan pembelaan. Kemudian sang raja pun menghargai kehormatan dan harga diri arab badui itu dan akhirnya ia pun pergi meninggalkannya.

Inilah sifat mulia dan istimewa bangsa Afghanistan yang menyebabkan mereka berani masuk ke dalam kancah pertempuran.

Factor paling utama kenapa pasukan Rusia masuk ke bumi Afghanistan ? sebenarnya adalah factor takut kepada kebangkitan islam yang menjadi momok besar dan menakutkan bagi Negara Rusia. Karena kebangkitan islam akan meluas ke wilayah-wilayah Negeri islam yang telah jatuh ke tangan Rusia sejak 60 tahun yang lalu dengan perlakuan yang sangat buruk dan penyiksaan menggunakan segala macam cara dan peralatan. Seperti, di Samarqondi, Bukhara, Turkemenistan barat dan Uzbekistan. Lebih dari 60 juta jiwa kaum muslimin meninggal di belakang sungai Jihun atau Amo yang dikenal di dalam sejarah islam ma waraa an nahri (negeri yang berada di belakang sungai). Sungai tersebut adalah sebagai batas yang memisahkan batas wilayah umat islam Uni Soviet dan umat islam Afghanistan.

Factor kedua adalah pertimbangan ekonomi dan strategis. Uni Soviet ingin menembus ke laut hangat di laut Arab sampai menembus wilayah Balutjistan (wilayah yang terletak antara Iran dan Pakistan). Kenapa demikian ? karena hampir seluruh pelabuhan laut Rusia membeku pada saat musim dingin. Maka mereka ingin menembus sampai mendekati wilayah Godar di Pakistan dan menyeberangi laiut Arab.

Di sana terdapat muara kecil Hurmus yang menjadi jalur utama bagi perdagangan minyak Arab sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia. Maka Maha benar Allah swt., Maha Agung yang telah berfirman,

???????????? ????????? ?????????? ?????? ??????????

Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu.” QS. Fathir: 43

?????????? ??????? ??????????? ??????? ?????? ?????????????? {50} ???????? ?????? ????? ????????? ?????????? ?????? ?????????????? ???????????? ??????????? {51} ???????? ??????????? ????????? ????????????? ????? ??? ?????? ??????? ????????? ??????????? {52} ???????????? ????????? ????????? ????????? ??????????

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezhaliman mereka.Sesungguhnya pada demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertaqwa.” QS. An Naml: 50-53

Syalizi berkata: “Apakah Afghanistan akan menjadi langkah pertama bagi kehancuran imperalis Rusia ? Sungguh Dia Maha Lemah lembut dan Mulia dan itu sangatlah mudah bagi Allah swt. Dia berfirman

????????? ?????????? ???????? {6} ???????? ????????

Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).” QS. Al Ma’arij: 6-7

Inilah bangsa yang berani menantang dunia, meskipun mereka adalah bangsa minskin, tidak memiliki teknologi dan tidak ada import dan eksport. Akan tetapi mereka dapat menggoncangkan singgasana langit dengan izin Allah swt. dan tidak ada kemuliaan melainkan bersama Rabb-nya dan agamanya. Allah swt. berfirman,

????? ???????? ????? ?????????? ????????? ????????????? ??? ?????? ????????????

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” QS. Ali Imran: 139

Saya akan menceritakan satu kisah orang Afghan yang mengingatkan kita kepada kemuliaan dan keunggulan suatu generasi di mata dunia. Mereka adalah para pendahulu (generasi salafusshaleh) yang terhindar dari fitnah dunia. Sebenarnya banyak kisah-kisah seperti itu, yaitu kisah seorang komandan bernama Najmuddin di Anjaman, daerah yang terletak di Wakhan, apabila dilihat di dalam peta daerah Afghanistan ukurannya hanya satu jari, wilayah itu berbatasan dengan negara Cina, Rusia dan Pakistan. Sebenarnya wilayah ini masuk dalam hitungan negara islam yang hari ini telah dikuasai oleh Uni Soviet. Di sanalah Rusia mengembangkan senjata atomnya dan senjata peluru kendali bertenaga nuklir yang jangkauannya dapat melintasi satu benua.

Yang terpenting di sini, bahwa di daerah itu komandan Najmuddin hanya bersama 150 mujahid. Pasukan Rusia memblokade jalan umum, namun tenk-tenk Rusia tidak berani bergerak mendekati jalan yang dikuasai komandan Najmuddin. Tentara Rusia hanya bisa menyerbu mujahidin dari jarak jauh dengan serampangan. Kemudian Allah swt. memberi kemenangan kepada mujahidin dan lima perwira Rusia dapat ditangkap. Mendengar hasil itu, kemiliteran Rusia mengirim surat kepada komandan mujahidin dan terjadi dialok antar surat. Berikut petikannya;

Rusia                  : Kami akan memberikan kepada kalian apa saja yang kalian inginkan, namun dengan syarat kalian bersedia melepas kelima perwia kami.

Najmuddin         : Kami bukan pedagang.

Rusia                  : Apabila kalian tidak mau melepas kelima perwira kami, maka kami akan membumihanguskan seluruh isi kota dan kami akan membunuh anak-anak dan orang tua.

Najmuddin         : Wahai anjing-anjing Rusia, sesungguhnya kalian adalah kaum yang tidak menepati perjanjian dengan kami.

Kemudian Rusia mengirim surat yang ketiga dengan tinta darah: kami pasti akan membalas sekecil apapun perbuatan buruk yang kalian lakukan kepada kelima perwira kami.

Najmuddin      : Kami tunggu kedatangan kalian dan kami telah membunuh kelima perwira kalian.

Setelah itu Rusia berkabung atas kematian kelima perwiranya sampai mereka membuat patung salah satu perwiranya sebagai penghormatan kepadanya atas semua jasanya. Bertahun-tahun lamanya bangsa Afghanistan menghadapi perang yang belum pernah ada di dalam sejarah islam hingga tiga abad terakhir ini. Dan yang sangat menyedihkan bagi saya adalah peristiwa perang islam ini, yang telah diukir dengan tetesan darah dan serpihan tulang-tulang telah tiada. Seandainya kamu mendapati orang yang mengikuti perang ini dan menulisnya menjadi sebuah sejarah, maka akan terkumpul lembaran-lembaran yang penuh cahaya petunjuk bagi generasi yang akan datang.

Sekian banyak kabar gembira dan karomah yang dapat saya tulis, namun sebenarnya masih sangat banyak. Saya menulis peristiwa-peristiwa itu ketika saya bertemu dengan para mujahidin. kisah pertama yang saya saksikan adalah dari sebuah pidato yang saya dengarkan dari salah seorang mujahid bernama Muhammad Yasir, dia adalah salah satu pengawal Syakh Sayyaf, di al Hajj. Saya tersadar dan sangat tersentuh hingga saya pun tertarik untuk menyimak kisah-kisah itu secara langsung.

Kisah-kisah yang saya cantumkan di dalam buku ini, semuanya saya dengarkan dari orang yang menyaksikan atau melihatnya langusng, kecuali dua atau tiga kisah saja. Maka saya menceritakan kisah tersebut dengan didahului kalimat, dia menceritakan kepadaku.

PENILAIAN PARA ULAMA

Orang pertama yang saya minta tanggapannya tentang tema buku ini adalah guru besar kami Syekh Abdul Aziz bin Bazz. Saya gembira dan lapang dada ketika saya mendengar jawaban beliau: ini adalah kabar gembira, sebaik-baik kabar gembira yang memberikan berita kemenangan kepada mereka (mujahidin), insya Allah.

Saya juga bertanya kepada saudara kami Dr. Umar al Asyqor, beliau memberikan komentarnya, yang terpenting dari semuanya adalah jalur riwayat yang benar. Apabila riwayat kisah tersebut terdiri dari orang-orang yang jujur, maka kita wajib menyebarluaskan, baik manusia itu percaya atau tidak percaya.

Bagi kelompok sekuler, komunis dan orang-orang yang dengki, mereka menjadikan kisah-kisah ini sebagai momok dan alat propaganda untuk mencoreng citra jihad dan para mujahid. Mereka melontarkan tuduhan-tuduhan kepada isi buku ini karena benci kepada islam. Maha benar Alalh swt. yang telah berfirman,

??????????? ????????? ????????? ??? ??????????? ????????? ???? ????????? ??? ????????????? ???????? ??????? ???????????? ???? ?????? ???????????? ???? ????????????? ????? ??????? ??????????? ???????? ???? ????????? ?????? ?????????? ??? ??????? ???????????

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” QS. Ali Imran: 118

Saya teringat kepada beberapa orang yang mengetahui dan hidup bersama orang yang menceritakan kisah ini. Saya mengingatkan mereka kepada peristiwa saat isra’ mi’raj yang dikabarkan oleh rabbul izzati kepada dunia dan tidak ada seorangpun penduduk bumi ini, saat itu, yang mengimani kisah ini kecuali beberapa orang yang tidak mencapai jumlah seratus orang. Dan kisah itu pun dijadikan sebagai alat untuk menumbuhsuburkan kekafiran dan memperbesar keraguan kepada kejujuran nabi saw.

Demikianlah apa yang dapat saya torehkan di dalam buku yang sederhana ini. Saya akui bahwa buku ini ditulis banyak kekuarangan. Saya berharap kepada Allah swt. semoga menjadikan buku ini sebagai cacatan amal baik kelak pada hari kiamat. Dan semoga Dia berkenan mengampuni kesalahan dan dosa-dosa yang kita perbuat.

Allah swt. berfirman,

???????? ??? ??????????????? ????????? ???? ??????????? ???????? ????? ???????? ???????????????? ????? ?????????? ????? ????????? ??? ????????? ???????? ????? ???????????? ????????????? ????? ???? ??????? ?????? ????????? ????? ???????????? ????? ?????????? ??????????? ????? ????????? ?????????????

Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” QS. AL Baqarah: 286

CATATAN UNTUK CETAKAN PERTAMA

Al hamdulillah, degan senang hati banyak orang yang mau membaca buku ini di cetakan pertama, mereka membacanya dengan perasaan taajub. Hal mana banyak ungkapan-ungkapan baik yang sampai melalui via telepon. Dan ternyata banyak orang yang meminta izin untuk mencetak buku ini, seperti dari Amerika, Eropa dan Negara-negara Arab. Selain itu, banyak pula surat yang datang kepada saya dari berbagai derah yang meminta buku ini. Bukan hal yang mengherankan, sebab buku ini berbicara tentang seriusnya problem yang dihadapi oleh umat islam saat ini. Bahkan urusan yang satu ini lebih penting di antara problem yang menjadi ulasan harian yang ada di benak setiap manusia di seluruh dunia. Karena persoalan ini menjadi bahan perhitungan bagi orang muslim dan orang-orang kafir untuk menaruh segala harapan.

Bagi seorang muslim, dia akan memiliki harapan, semoga saja jihad ini menjadi batu loncatan untuk bergerak lebih luas dan menjadi embrio lahirnya masyarakat islam serta menjadi pemersatu umat islam untuk berjalan di atas jihad yang kini mereka tengah berputus asa. Sebab ini adalah salah satu factor pada hari ini hati kaum muslimin menderita sakit setelah sekian kali menuai kekalahan selama dua abad terakhir.

Bagi orang-orang kafir, mereka akan kembali memperhitungkan kekuatan islam dan umat islam. Apabila selama ini barat mengira bahwa islam telah dapat dihancurkan dan tidak akan tegak kembali, namun ternyata jihad Afghanistan masuk di dalam hitungan Negara adi daya. Semua negara di timur dan barat tidak mampu lagi melawan dan tidak mampu lagi tidur nyenyak kerena memikirkan para pemuda perkasa bernama islam. Mereka selalu dihantui rasa takut dan ragu mencoba untuk kedua kalinya. Mereka mulai menelaah kembali tulisan Lournis Berwin dari bangsa Inggris yang berkata kepada mereka: “kami telah mengalahkan Orientalis tapi ternyata mereka adalah teman kami, kami telah mengalahkan bolshevlisme, tetapi ternyata mereka juga teman kami, kami telah mengalahkan orang-orang kulit kuning kecuali ada beberapa negra demokrasi yang berbeda masih melawan kami. Sesungguhnya musuh kita satu-satunya adalah islam.”

Ini adalah ibarat tembok yang berdiri kokoh di hadapan para penjajah Eropa selama tiga abad terakhir.

Richard mitsyel menulis di dalam bukunya, “Pengaruh idiologi terhadap gerakan-gerakan politik di dunia islam” dan Edward Moretamar juga telah menulis satu buku, satu tahun sebelumnya, yang berjudul “al Aqidah wa al Quwwah

Beberapa teman telah menelaah dan memberikan ulasan penting yang terkandung di dalam isi buku yang saya tulis ini sebagai berikut:

Masalah pertama: Pendiri Gerakan Islam Afghanitan

Ada beberapa teman yang saya cintai mencela saya –di antaranya adalah orang yang sangat dekat di hatiku– mereka mengatakan: Buku ini telah membuat perasaan beberapa teman merasa marah. Mereka mengatakan, “Pendiri gerakan islam itu adalah Abdurrahman Niyazi, bukan Prof. Ghulam Muhammad Niyazi. Hatiku merasa sedih melihat sikap teman-teman yang sangat saya cintai itu –padahal mereka mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat saya cintai di dalam hatiku–, menyaksikan kenyataan perjalanan perjuangan jihad Afghan ini tidak mengalami kemajuan sedikitpun, di mana setiap kali saya ingin menjelaskan kepada manusia bahwa harakah islamiyah merupakan detonator meletusnya jihad islami, gerakan itulah yang mula-mula terbit, gerakan itu adalah benih yang –dengan izin Allah swt.– menjadikan pelopor bagi amal ini menjadi besar dan memberikan berkah, maka semestinya, baik Abdurrahim Niyazi atau Ghulam Muhammad Niyazi di hadapan Allah swt. adalah sama, semua yang dilakukan akan mendapatkan balasannya. Allah swt. berfirman,

???????? ????????????? ????????? ???????? ???????????? ????? ???????? ?????? ??????? ????? ????? ????????? ??????? ????? ???????? ????????? ????? ??????? ???????????????

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” QS. Al Ambiya: 47

Kemudian saya mengatakan: bagaimana ini, apakah kamu pura-pura tidak mengetahui sekian riwayat dari saudara-saudara yang terpercaya, mereka bersumpah dengan nama Allah swt. bahwa Prof. Ghulam Muhammad Niyazi ketika memimpin harakah islamiyah ini, Abdurrahim Niyazi masih menjadi mahasiswa di bangku kuliyah i’dad.

Sebelum saya berbicara, saya berharap pahala dari Rabbul ‘Alamin dari semua tuduhan yang saya terima. Saya tidak akan menulis sesuatu kecuali jika jiwa saya merasa yakin. Apabila saya salah saya berharap Allah swt. mengampuniku dengan kebaikanku. Dan apabila saya benar, maka maha suci Allah swt. atas taufiq-Nya dan pertolongan-Nya.

Abdurrahim Niyazi lebih muda daripada Ghulam Muhammad Niyazi. Abdurrahim masih menjadi mahasiswa jurusan syari’ah pada saat Ghulam Muhammad Niyazi menjabat sebagai dekan jurusan Syari’ah. Perselisihan seputar Prof. Ghulam Muhammad Nuyazi yang lebih tua adalah apakah dia yang merintis terlebih dahulu gerakan islamiyah ? sebagian teman yang saya cintai, mereka mengatakan: dia lebih dahulu merintis gerakan islam. Dan sekelompok yang lain mengatakan beliau tidak merintis gerakan tersebut. Dan berdasarkan kaidah ushul fiqh yang disepakati adalah

??????????? ????????? ????? ?????????

“Menetapkan adalah lebih diprioritaskan daripada meniadakan.”

Perselisihan cara pandang tidak akan memberi pengaruh kepada hati orang yang jujur yang mengharapkan wajah Allah swt. dan perselisihan pendapat tidak merusak urusan cinta dan kasih sayang. Kesimpulanny, Abdurrahim Niyazi dan mahasiswa seperti beliau yang lain, mereka berada di dalam satu arah, karena mereka adalah pemuda-pemuda yang semangat. Dan orang yang memimpin mereka dan para staf pentingnya, semua berada di belakang tirai. Demikianlah bentuk seluruh bentuk struktur sebuah pergerakan.

Ir. Ahmad Syah –dia adalah ketua bagian keuangan di dalam organisasi al ittihad– menceritakan kepadaku, semua orang mempercayai beliau, dia berkata: saya adalah orang yang berada si samping Abdurrahim Niyazi di saat-saat akhir kehidupan beliau di rumah sakit New Delhi, Abdurrahim Niyazi sering sekali berdoa untuk kebaikan Pfor. Ghulam Muhammad Niyazi seperti layaknya seorang ayah, sebab –menurut dia– kalau seandainya laki-laki ini tidak berada di sana, maka harakah islamiyah tidak ada di bumi Afghanistan.

Masalah kedua: Buku ini telah memberikan gambaran, bahwa bangsa Afghanistan adalah bangsa yang tidak ada tandingannya di dunia hari ini.

Saya berkata: jika dikatakan tidak ada bandingannya di bumi ini, itu adalah benar –bagi siapa saja yang bersikap adil dan pernah hidup bersama bangsa ini–. Tentunya ukuran tidak ada yang menandingi adalah ukuran sebagai manusia atau bangsa, bukan ukuran sempuna, sebab bangsa ini pun terdapat orang yang shaleh, ada pula orang yang tidak shaleh, ada pula orang yang lebih rendah lagi dan sifat-sifat kekurangan manusia yang lain. Di antara mereka ada para pelaku bid’ah, pembohong, mata-mata, pencuri, perampok, pengedar ganja dan sabu-sabu. Ada juga orang-orang seperti Taraki, Hafizhullah Amin dan orang-orang komunis. Akan tetapi mayoritas penduduk bangsa ini adalah orang-orang yang jujur, mulia, pemberani dan mengetahui harga dirinya.

Saya pernah bertanya kepada beberapa komandan tempur mujahidin, seperti, al Hajj Muhammad Umar di Baghman yang memimpin 8.000 mujahid, komandan Muhammad Jalla Nashirah yang memimpin 3.200 mujahid di Jakrodar, Muhammad Khalid Faruqi yang memimpim 15.000 mujahid, komandan maulawi Halim yang memimpin 11.000 mujahid. Semuanya bersaksi bahwa seluruh pasukannya tidak ada yang meninggalkan shalat, dan lebih dari 90 % selalu melaksanakannya dengan berjamaah. Sebagian mereka melaksanakan shalat lail, sebagian lagi berpuasa sunnah dan bagi yang dapat membaca al Qur’an, mereka membacanya setiap hari. Dan sebagian kemp mujahidin tidak memutar radio yang menyiarkan musik. Bangsa manakah di muka bumi ini yang memiliki kebaikan seperti bangsa Afghanistan.

Masalah ketiga: Ada tuduhan bahwa persoalan karomah itu adalah hanya mengakibatkan kepada sikap pasrah tanpa usaha. Ini adalah pandapat yang ditentang oleh kitab dan sunnah serta pendapat para sahabat ra.

Di antara dalil dari al Qur’an, Allah swt. berfirman,

???? ?????????????? ????????? ???????????? ?????? ?????? ??????????? ???????? ????? ?????????????? ??????????? {9} ????????????? ????? ?????? ??????? ??????????????? ???? ??????????? ?????????????? ?????? ???? ????? ????? ????? ????? ??????? ???????

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :”Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut”. Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimua menjadi tentram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. Al Anfal: 9-10

Penguasa segala kemuliaan (Allah swt.) telah menjelaskan kepada kita, bahwa para melaikatnya turun untuk melaksanakan dua tujuan yang sangat penting:

  1. Memberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan menanamkan harapan akan datang kemenangan di dalam sanubari mereka.
  2. Menurunkan rasa tenang dan aman ke dalam hati orang-orang yang beriman dan mengokohkan kaki-kaki mereka. Adapun dengan rasa kantuk yang muncul, itu adalah untuk memberikan waktu istirahat bagi jiwa dan menumbuhkan rasa aman di dalam hati mereka serta mengokohkan kaki-kaki mereka. Allah swt. berfirman,

???? ???????????? ?????????? ???????? ??????? ??????????? ????????? ????? ?????????? ????? ??????????????? ???? ?????????? ??????? ?????? ???????????? ???????????? ????? ??????????? ??????????? ???? ????????????

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentramanan daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).” QS. Al Anfal: 11

Berapa banyak mujahidin Afghanistan yang bercerita kepada saya bahwa dia tertidur di bawah peluru-peluru yang menyerbu dari senjata-senjata berat dan juga geranat dan bom yang dilemparkan dari pesawat-pesawat tempur. Kemudian setelah itu dia bangun dengan semangat baru dan cita-cita yang tinggi serta seketika itu rasa sedih dan takut hilang, padahal sebelumnya menyelimuti hati mereka !!

Allah swt. menguatkan hati mereka dengan karomah-karomah yang turun. Cobalah perhatikan ayat di dalam firman Allah swt., pada kalimat

???????????? ????? ???????????

dan untuk menguatkan hatimu.”

Hati ini seakan-akan sedang memikul beban berat tanpa ada pengikat dan pengokoh beban tersebut, yang semestinya dibawa oleh seekor unta atau hewan tunggangan. Kemudian karomah-karomah itu datang menguatkan dan meneguhkan hati kami sehingga hilang rasa takut dan gelisah.

Dan di dalam sunnah, rasulullah juga menerangkan, beliau saw. bersabda kepada Abu Bakar –pada saat di dalam kemp– saat perang badar dan beliau melihat Jibril: wahai Abu Bakar, sampaikanlah kabar gembira, inilah Jibril, dia telah datang di puncak gunung An Niqo’ (salah satu tempat yang dekat dengan Makkah).

Dan di antara perkataan sahabat adalah:

Abdullah bin Mas’ud berkata: kami menghitung beberapa ayat yang mengandung makna tentang karomah, Allah swt. berfirman,

?????? ???????? ????? ?????????? ???????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ????? ???????????? ???????????

Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.” QS. Al Jatsiyyah: 45

Dan di antara ahli fiqih, asy Syafi’i berkata: di dalam “al Muwaffat” beliau mengatakan, manfaat karomah dan hal-hal yang datang di luar kemampuan manusia akan memberi manfaat kepada menambah rasa yakin dan akan lebih mengetahui Allah swt. serta menambah kekuatan untuk menghadapi tantangan.

Ini adalah bukti, ini adalah keadaan yang pernah dialami oleh para salafush shaleh yang menjadi ulama kita. Karomah-karomah ini memberikan pengaruh yang sangat besar di dalam kehidupan mereka. Rabbul izzati ingin memberikan peringatan kepada mereka, maka Dia menurunkan al Qur’an yang selalu dibaca di akhir malam dan di penghujung waktu siang.

Apakah peristiwa karomah yang telah Allah swt. anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya dan Dia cantumkan di dalam kitab-Nya yang kekal menyebabkan mereka berpangku tangan dan lemah ? ataukah justru menambah kekuatan hati mereka untuk meneruskan perjalanan di atas jalan kehormatan agama ini ? saya banyak mengetahui orang-orang Afghanistan, ketika putra-putra mereka gugur sebagai syahid, hati dan jiwa mereka tidak patah semangat dan tinggal diam. Hal itu dikarenakan mereka melihat karomah-karomah yang turun kepada putra-putra mereka atau karena mereka mendengar karomah itu dari saksi yang melihatnya.

Saya tahu betul bahwa karomah-karomah ini, yaitu kisah-kisah yang jalur riwayatnya mencapai derajat mutawatir secara makna, telah memberi motifasi yang luar biasa dalam membangkitkan jiwa patriot para mujahidin dan memberikan pembelaan yang kuat untuk tetap teguh di atas jalan ini. Di mana jiwa mereka merasakan bahwa Allah swt. bersama mereka dan bahwa tangan Allah swt.-lah yang megatur jalannya pertempuran.

Sebagian mujahidin telah menceritakan kepada kami bahwa pada saat kami melihat burung-burung terbang bersama pesawat-pesawat tempur, kami menjadi yakin Allah swt. bersama kami.

Salah seorang mujahid menceritakan kepadaku, dia berkata: anak-anak Afghanistan dapat mengetahui, apakah pesawat-pesawat itu akan menyerbu atau tidak. Apabila pesawat-pesawat itu datang tanpa bersama burung, mereka yakin pesawat itu akan menyerbu. Dan apabila pesawat itu datang beserta burung, mereka yakin pesawat-pesawat itu datang untuk menyerbu dan burung itu menyertai pesawat tempur untuk membela mujahidin dan di sisi burung-burung itu anak-anak berlindung.

Persoalan lain yang juga perlu diperhatikan adalah, bahwa karomah-karomah itu tidak turun kepada orang-orang yang tidak berjihad, akan tetapi karomah itu turun pada saat yang sulit setelah seseorang melaksanakan persiapan dan melakukan segala kemungkinan untuk keluar dari kesulitan serta telah mencurahkan segala kemampuannya. Di sinilah saat-saat Allah swt. akan menampakkan kekuasaannya yang luar biasa untuk memenuhi janji-Nya dan menyempurnakan takdir-Nya. Allah swt. berfirman,

????? ????????? ????????? ???????????? ?????????? ???????? ?????? ????????? ?????? ???????????????

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” QS. Yunus: 103

Allah swt. berfirman,

???????? ???????? ???????????? ????? ????????? ?????? ?????? ????????????? {61} ????? ???? ????? ?????? ?????? ??????????? {62} ????????????? ????? ?????? ???? ?????? ?????????? ????????? ?????????? ??????? ????? ?????? ??????????? ??????????

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa:”Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul. Musa menjawab:”Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku Lalu Kami wahyukan kepada Musa:”Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”.Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” QS, Asy Syuara: 61-63

Sesungguhnya jihad akan tegak di atas kegigihan, dengan cucuran keringat, tetesan darah, rasa lelah, siksaan dan penderitaan. Jihad ini akan tegak di atas manusia-manusia pilihan yang rela terbakar demi menyinari jalan jihad dan rela mengarungi suasana susah, gelisah dan takut dengan mempertaruhkan orang-orang yang ikhlas dan nyawa para syuhada serta serpihan tulang-belulang. Semua ini adalah bahan bakar pertempuran.

Allah swt. berfirman,

???? ?????????? ??? ?????????? ?????????? ???????? ???????? ????? ????????? ????????? ??????? ?????????? ?????????????

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk jannah, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” QS. Ali Imran: 142

Jihad itu bukan tegak di atas karomah-karomah yang turun. Akan tetapi karomah itu datang ketika kondisi sempit dan sulit. Para mujahid telah menempuh jalan ini selama lima tahun, mungkin lebih atau mungkin kurang dari itu. Dan para mujahid telah membakarnya dengan api pertempuran dan tidak jarang pertempuran itu berlangsung selama berbulan-bulan berturut-turut dengan kondisi mereka setiap hari mereka mendapat serangan. Kadang-kadang mereka diserbu dalam sehari sampai tika kali menggunakan roket jenis BM 12,BM 13, padahal di dalam satu roket itu terdapat kurang lebih 52 roket kecil dan kadang-kadang juga bom seberat setengah ton dijatuhkan dari pesawat tempur.

Mayor Abdul Hamid menceritakan kepadaku, dia berkata: ada satu lubang yang menganga akibat ledakan bom yang kedalamannya mencapai 8 m dengan luas lingkaran 64 m. Mujahid ini hidup dengan kondisi yang sesulit itu, kadang-kadang dia hanya melihat sekali saja karomah yang turun dari Allah swt. setelah sekian lama menghadapi ujian yang keras dan sulit. Karomah itu turun karena tidak ada lagi jalan keluar dari seorang manusia atau tidak ada lagi sarana dunia lain untuk menyelamatkan diri.

Saya mengumpulkan riwayat-riwayat ini dari mulut para mujahid, dan saya akan menolak riwayat kecuali dari orang-orang yang mengalami peristiwa tersebut atau orang yang melihatnya dengan jelas dan saya meneliti riwayat-riwayat itu tersebut –yang menurut saya riwayat itu sampai kepada derajat mutawatir– dengan mengambil sumpah dari mujahid yang menceritakan sebuah kisah. Seperti, kisah-kisah para syuhada yang sangat menakjubkan, keikutsertaan para malaikat atau kekuatan yang tidak tampak, kain tidak terbakar, peluru tidak tembus dan bom tidak meledak yang semua makna riwayatnya mutawatir.

Mayor Abdul Hamid berkata: Seandainya bom dan geranat yang dilontarkan untuk menyerbu mujahidin ini meledak, mungkin para mujahidin tidak lagi mampu melanjutkan jihad ini sampai satu pekan.

Maulawi Rahim berkata: saya tidak pernah melihat pesawat-pesawat tempur datang melainkan bersamanya ada burung yang menyertai. Maka saya akan mengatakan kepada mujahidin, berikanlah kabar gembira bahwa pertolongan Allah swt. telah datang.

Masalah keempat: Tuduhan yang lain adalah menyebarluaskan kisah-kisah ini akan menyebabkan lahirnya perilaku bid’ah dan penyimpangan-penyimpangan.

Maka saya katakan, pastilah orang-orang yang suka “mengigau” sedang mengambil keuntungan melalui kisah-kisah itu dan menjadikannya sebagai bahan pokok untuk mengkacaukan pemikiran dan cara berfikir. Akan tetapi coba lihat, para sahabat hingga akhir hayat mereka tetap menceritakan para para malaikat yang turun di perang Badar dan aqidah mereka tetap lurus dan tidak ada penyimpangan. Para penulis sejarah muslim pun menulis kisah tersebut, bahkan para pakar hadits, seperti, Ibnu Katsir di dalam bukunya “Al Bidayah wa an Nihayah” dan Ibnul Atsir yang menulis tentang karomah-karomah. Tidak ada buku haditspun melainkan pasti di sana mencantumkan “kitabu al Fadhail ash Shahabah”. Apakah ini berpengaruh kepada kelurusan akidah generasi terbaik ini ? apakah kisah itu mengakibatkan kebid’ahan semakin tumbuh subur di tubuh umat islam ? kami adalah orang-orang yang mengikuti salaf dan kami bukan para pelaku bid’ah.

Masalah kelima: Mereka juga mengatakan, kisah-kisah ini hanya akan menjadi sesuatu yang diperolok-olok oleh musuh-musuh islam. Maka saya katakan kepada mereka: sesungguhnya musuh-musuh islam tidak beriman kepada Allah swt. dan agamanya seperti layaknya aturan hidup dan interaksi sosial, mereka tidak akan mengambil aturan-Nya sebagai landasan bagi tatanan hidup bersosial. Apakah kita ingin membiarkan mereka menyembunyikan kisah-kisah ini ? Dzat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, tidak ada tanggungjawab mengenai apa yang difikirkan orang-orang kafir baik yang di barat dan yang di timur. Dan seorang muslim adalah aqidahnya tegak di atas dasar iman kepada Dzat yang Maha Mengetahui yang ghaib (iman kepada Allah swt., iman kepada malaikat-Nya, iman kepada adanya wahyu, iman kepada hari kebangkitan, iman kepada siksa kubur, iman kepada jannah dan neraka dan iman kepada adanya makhluq jin ……), semua ini tidak menjadi bahan pertimbangan bagi akal orang-orang kafir, maka apakah kita lupa akan ini semua? Ataukah kita ingin beralasan dengan berdiplomasi demi mendapatkan keridhaan mereka kepada kita ?!

Masalah keenam: Sebagian mereka mengatakan: kami tidak ingin melakukan tipu daya dengan revolusi Afghanistan sebagaimana politik revolusi ibraniyah.

Maka saya katakan: sesungguhnya revolusi Afghanistan adalah perang islam yang sedang dilakukan oleh bangsa muslim yang jujur. Jihad ini sedang dipimpin oleh manusia-manusia yang memiliki akidah yang jelas, tidak mengingkari para sahabat dan tidak mengingkari hadits. Jihad ini sedang dipimpin oleh manusia-manusia yang kami anggap oang-orang yang jujur. Kususnya komandan tinggi mujahidin, Abdurrabbi Rasul Sayyaf. Kita wajib membantu mereka dan menjadi pihak yang mendukungnya. Apabila mereka berubah atau mengganti jihad, kita tidak rugi dan kita telah melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepada kita. Masing-masing hati seseorang ada di tangan Rabbul ‘alamin, dialah yang akan membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia kehendaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terkait

Tulisan Rekomendasi

Tulisan Terbaru

Tulisan Terpopuler

No Content Available