Hikmah di Balik Musibah dan Ujian

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
  • BAGI ORANG BERIMAN
    1. Untuk meningkatkan prestasi atau sebagai media persiapan untuk mengemban amanah yang besar. Ujian ini untuk para Nabi dan Rasul serta orang-orang shalih. Firman Allah swt:
    2. “Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.“ (QS Ali-‘Imran, 146)

      Abu Hurairah ra berkisah, bahwa Rasulullah saw bersabda:

      “Siapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, tentu Allah akan memberi musibah kepadanya.” HR Bukhari – no: 5213, Ahmad – no: 6937; Malik – 1477

      Firman Allah swt:

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim.” (QS al-Baqarah, 2: 124)

      “Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mu’jizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil.” (QS al-An’aam, 6: 33-35)

    3. Sebagai media pendidikan dan pengajaran supaya orang-orang yang beriman benar-benar tunduk dan merendah diri kepada Allah swt. FirmanNya:
    4. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (QS al-An’aam, 6: 42)

      “Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.” (QS al-A’raaf, 7: 94)

    5. Sebagai medan seleksi antara yang baik dan yang buruk, yang sabar dan yang tidak sabar. FirmanNya:
    6. ?“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mu’min). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.” (QS Ali-‘Imran, 3: 179)

      “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS al-Baqarah, 2: 214)

      “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS at-Taubah, 9: 16)

      “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS al-‘Ankabuut, 29: 2-3)

      “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (QS an-Nisaa’, 4: 77)

    7. Sebagai media pengampunan dosa.
    8. Firman Allah swt:

      “Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS Ali-‘Imran, 3: 195)

      Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda:

      “Tidak henti-hentinya bala yang menimpa kepada orang-orang Mukmin lelaki dan perempuan, baik menimpa dirinya, anaknya maupun hartanya, sehingga ia menghadap Allah dalam keadaan bersih daripada dosa-dosanya.” (HR at-Tirmidzi – beliau berkata derajat hadits ini Hasan Shahih) Ahmad – no: 9435; Tirmidzi – no: 2323

      Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi n beliau bersabda:

      “Tiada seorang Muslim yang menderita kelelahan atau kesusahan hati, bahkan gangguan yang berupa duri melainkan semua kejadian itu akan menebus dosanya.” HR Bukhari – no: 5210; Muslim – no: 4670; Ahmad – no: 8070, 10714

      Rasulullah saw bersabda:

      “Orang yang paling banyak mendapat ujian ialah para Nabi, kemudian yang semisalnya, kemudian yang semisal berikutnya. Seseorang itu diuji berdasarkan Diennya. Jika ia kuat berpegang pada Diennya, maka ujiannya lebih hebat, jika Diennya lemah, maka ia diuji sesuai denga kadar Diennya. Maka ujian akan terus menimpa seorang hamba sehingga ia bebas dari segala dosa dan kesalahan.” HR Bukhari 5/2139; Ahmad – no: 1412, 1473, 1521; Tirmidzi – no: 2322

      “Apabila Allah mencintai seorang hamba akan diujinya dia supaya Dia bisa mendengar rintihannya.” (HR Baihaqi)

    9. Sebagai menandakan cinta Allah swt kepada hamba-hambaNya.
    10. Sabda Rasulullah saw:

      “Sesungguhnya besarnya pahala itu bergantung kepada besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan mengujinya, siapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah. Dan siapa yang murka, maka baginya kemurkaan Allah.” HR at-Tirmidzi – no: 2320; Abu Dawud – no: 4021

      Sabda beliau lagi,

      “Siapa yang dikehendaki Allah padanya suatu kebaikan, maka diberinya penderitaan.” HR Bukhari – no: 5213; Ahmad – no: 6937; Malik – no: 1477

  • BAGI ORANG KAFIR
  • Termasuk dalam kategori kafir ialah musyrik, zhalim, fasiq, dan munafiq. Kepada mereka apabila turun musibah atau bala bencana maka ia adalah sebagai siksaan dan adzab untuk mereka di dunia.

    Firman Allah swt:

    “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al-A’raaf, 7: 96)

    “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS al-An’aam, 6: 44)

    Firman Allah swt:

    “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS an-Nisaa, 4: 147)

    Firman Allah swt:

    “Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS al-Israa’, 17: 16)

One response to “Hikmah di Balik Musibah dan Ujian”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terkait

Tulisan Rekomendasi

Tulisan Terbaru

Tulisan Terpopuler

No Content Available