Kiprah Korps Relawan Mujahidin pada Musibah Gempa Sumatera Barat

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Musibah dahsyat Gempa Bumi di Sumatera Barat, berkekuatan 7,6 SR yang terjadi pada Sore Rabu 30 September 2009, memerlukan solidaritas yang cepat dan tulus. Maka sejak hari kedua musibah alam, Korps Relawan Mujahidin (KRM) Majelis Mujahidin Peduli Bencana Alam menggelar program: Evakuasi Jenazah, Pembersihan, Distribusi Logistik (pengiriman bantuan dana, makanan, obat-obatan dan pakaian) serta Rehabilitasi Mental, langsung ke lokasi bencana.

Beberapa jam setelah gempa tepatnya jam 18.30, anggota Pimpinan Syura Majelis Mujahidin (Ahlul Halli Wal ‘Aqdi) H. Irfianda Abidin melakukan siaran di RRI Kota Padang bersama Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman, Walikota Fauzi Bahar, Wakil Walikota dan Pimpinan DPRD Kota Padang. H. Irfianda Abidin diminta oleh jajaran pemimpin daerah tersebut untuk memberikan taushiyah kepada rakyat Sumbar guna menenangkan warga Sumatera Barat dalam menghadapi musibah gempa ini. Korps Relawan Mujahidin (KRM) sebagai gugus tanggap darurat Majelis Mujahidin Perwakilan Sumbar berinisiatif segera mendirikan Posko Mujahidin Peduli Gempa di halaman Kantor Gubernur Sumbar. Sebagai garda terdepan relawan Majelis Mujahidin tidak mau ketinggalan menunjukkan solidaritas mereka terhadap masyarakat yang tertimpa bencana sejak Tsunami Aceh, Gempa Jogjakarta, Banjir Bandang di NTB, banjir di kota Solo dll.

Di Kota Padang KRM bekerjasama dengan Satkorlak Pemprov Sumbar dan Kota Padang untuk melakukan bongkar muat dan distribusi barang bantuan untuk para korban bencana dan pengungsi. Selain itu KRM juga melakukan evakuasi mayat, pembersihan dan penyelamatan peralatan medis antara lain di RS. M. Jamil dan RS BMC Kota Padang. Di RS M. Jamil, peralatan medis yang bernilai milyaran rupiah terletak di Lantai tiga gedung yang sebagian sudah runtuh sehingga tidak ada pihak yang mau mengambil resiko untuk memindahkan asset-aset tersebut. Namun Alhamdulillah, Korps Relawan Mujahidin bersama seorang dokter yang pemberani dari RS. M. Jamil berhasil mengevakuasi peralatan medis yang sangat dibutuhkan oleh para korban dan pasien di Rumah Sakit tersebut.

Pembersihan dan rehabilitasi fisik ringan juga dilakukan di Pasar Raya Padang, masjid, mushala dan rumah makan sehingga dapat digunakan untuk berjualan lagi. Di Padang Pariaman KRM berusaha membuat tempat berteduh dengan bahan-bahan sekitar dan bekas bangunan yang masih dapat dimanfaatkan. Evakuasi jenazah dilakukan oleh KRM di Padang Pariaman dengan bekal pengalaman saat tsunami Aceh, personil KRM mengendus bau yang diperkirakan ada mayat di sekitarnya.

KRM juga membantu mendirikan tenda bagi kantor Puskesmas yang tidak layak ditempati dan dikhawatirkan akan runtuh. Distribusi obat-obatan yang diamanahkan kepada KRM dari RS. Nirmala Suri Sukoharjo sangat direspon baik oleh pihak Puskesmas sebab obat-obat tersebut sengaja disiapkan oleh pihak rumah sakit diperuntukkan bagi penyakit yang biasa terjadi pasca musibah gempa. Sebagaimana dulu RS. Nirmala Suri berpartner dengan Korps Relawan Mujahidin saat gempa Jogja, Lombok Timur NTB dan banjir di Solo.

Atas kepercayaan masyarakat dan walikota kota Prabumulih, Alhamdulillah KRM dapat menyalurkan bantuan berupa 10 ton beras, 700 dos mie, air minum dan pakaian yang dikumpulkan oleh perwakilan Majelis Mujahidin kota Prabumulih dan Sumatera Selatan dibawah kepemimpinan Drs. Ismed dan Drs. Arfan M. Alwy. Rencananya bantuan tersebut akan disalurkan ke daerah Padang Pariaman, sebelumnya akan digelar tabligh akbar yang diisi oleh Amirul Mujhidin Drs. M. Thalib yang berada dilokasi bencana bersama Ketua Lajnah Tanfidziyah Irfan S. Awwas, Sekjen. M. Shabbarin Syakur, Dan LM3 Pusat Jarot Supriyanto, Wadan LM3 Pusat Satria JU, Ketua Dept. Data dan Informasi Muhammad Bachroni, Ketua Dept. Sumber Daya Mujahid Arfan M. Alwy, S.Ag dan rombongan dari perwakilan Majelis Mujahidin se Indonesia.

KRM juga mengajak warga Sumbar di daerah yang tidak terkena gempa untuk menunjukkan solidaritas terhadap saudaranya yang terkena bencana dalam malam penggalangan dana dan tabligh akbar di masjid Jihad Tangah Jua Kota Bukit Tinggi yang bertema “Tangisan dari Ranah Minang”. Personil KRM yang berada di daerah gempa Sumbar sampai hari Jum’at 9 Oktober 2009 berjumlah 270 orang dibagi dalam dua posko. Posko pusat di Halaman Kantor Gubernur Sumbar Kota Padang dan posko Padang Pariaman.

Pengaduan orang hilang, kekurangan logistic warga korban gempa, permintaan pembersihan masjid dan rumah ke posko KRM cukup banyak, sehingga personil KRM harus dibagi dalam beberapa regu kerja. Untuk memperlancar dan mengefektifkan kerja dan program KRM membuat dapur umum sendiri yang sebelumnya memanfaatkan dapur umum di Media Centre bersama relawan-relawan lainnya. Dapur umum KRM berdampingan dengan posko pusat melayani para relawan mujahidin dan siapa yang membutuhkan termasuk pegawai satpol PP yang berdekatan dengan posko. Marilah kita meringankan beban sesama…..

Walhamdulillah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terkait

No Content Available

Tulisan Rekomendasi

Tulisan Terbaru

Tulisan Terpopuler

No Content Available