Renungan “Sang Hirotsah”

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Bismillahirrohmanirrohim……….

Hidup adalah perbuatan yang berakhir pada sebuah pertanggungjawaban, oleh karena itu dalam hidup seorang manusia perlu menjalaninya dengan sungguh-sungguh sebab di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan, semuanya sudah ada yang mengatur dan ada juga yang menentukan, yaitu ALLAH ‘azza Wajalla, yang segala sesuatunya diatur oleh Dia, namun yang menjadi sebuah pertanyaan bagi kita adalah, sudah sejauh manakah kita bersyukur akan semua itu, ALLAH  tidak membutuhkan kita, ALLAH tidak akan “lengser” dari kedudukan-Nya sebagai ROBB jika kita berhenti beribadah kepada-Nya, sudah sejauh manakah ibadah yang kita lakukan dalam rangka pengabdian kita kepada-Nya???

Rasulullah Saw pun pernah bersabda :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “Perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” beliau bersabda, “bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh karena itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan sore hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap) karena dengan cara itulah kamu akan mencapai (surga)”.

Diriwayatkan dari Aisyah ra, seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, “Apakah amal (ibadah) yang paling dicintai Allah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “Amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit”

Oleh karena itu kunci pertama agar hidup menjadi berkah yaitu IMAN, sehingga kita bisa merasakan manisnya iman dan indahnya Islam seperti yang kita rasakan saat ini,insya ALLAH…..

Diriwayatkan dari Anas r.a. : Nabi Saw. Pernah bersabda , “Siapapun yang memiliki tiga kualitas berikut akan memperoleh kelezatan iman;

  1. Orang yang mencintai Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah SAW-Nya melebihi apa pun.
  2. Orang yang mencintai orang lain semata-mata karena Allah SWT,
  3. Orang yang membenci kekafiran sebagaimana ia membenci dimasukkan ke dalam api neraka.

Dengan demikian sungguh beruntunglah orang yang dapat merasakan akan lezatnya iman tersebut, karena pada hakekatnya Allah ‘Azza wa jalla tidak pernah membutuhkan ibadah kita, namun sebaliknyalah kita yang membutuhkan ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt dalam rangka memperoleh kehidupan yang lebih baik di jannah Nya dengan segala kebahagiaan yang Allah telah janjikan.

Wallahu’alam bishawab… Jazakumullahkhairal jazaa’… Wasalamualaikum, Wr. Wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terkait

No Content Available

Tulisan Rekomendasi

Tulisan Terbaru

Tulisan Terpopuler

No Content Available