Syaikh Abu Abdur Rohman Al Atsariy Dan Dialog bersamanya

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram


Abu Abdur Rohman adalah seorang penulis terkenal tentang tauhid dan jihad. Ia memulai perjalanan jihad di Jazirah Arab setelah jihad menjadi fardhu ’ain bagi setiap orang yang mampu melakukannya. Majalah Shouthul jihad telah berusaha untuk mewawancarai beliau dan beliaupun menyetujuinya. Disebabkan sempitnya waktu maka wawancara ini hanya sebentar, jazallohusy Syaikh khoirol jazaa’. (SHOUTUL JIHAD).

SOAL: Jika kami tanyakan kepada syaikh tentang cita-cita beliau di dalam kehidupan ini, maka apa yang akan beliau jawab?

JAWAB: Semoga Alloh mengabulkan aku untuk bersama kelompok para syuhada’ di jalanNya.

Soal: Apakah anda sebelumnya telah mengikuti kegiatan jihad?

Jawab: Saya tidak pernah mengikuti kegiatan jihad di front manapun dan ini menunjukkan bahwa dosa-dosa telah menjadikan beban berat bagiku untuk berjihad. Wa laa haula wa laa quwwata illa billah wa inna lillaahi wa inna ilahi roji’un. Akan tetapi kami memohon kepada Alloh semoga menunjukkan kami untuk dapat berjihad di bumi Jazirah dan dapat mengeluarkan orang-orang musyrik darinya dengan hina dina.

Soal: Risalah apa yang terakhir anda tulis? Dan apakah disana ada sesuatu yang belum disebarkan sama sekali?

Jawab: Terakhir yang saya tulis adalah risalah kepada para penuntut ilmu, dan saya mulai dengan menulis risalah kepada seorang mujahid yang sedang menjadi buron, dan risalah kepada Ummi Asy Syahiid (ibu sang syahid), namun belum selesai melihat sempitnya waktu dan berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain di tengah-tengah kondisi yang sulit ini, dan jika ada kemudahan bagiku pasti akan segera saya menulisnya insyaAlloh. Di sana juga ada risalah yang sudah saya janjikan kepada para pembaca yang mulia yaitu Thoghut Al Ashr yang membahas tentang PBB ditinjau dari hakekat dan misinya. Akan tetapi ketika itu baku ini juga belum selesai pada, lalu saya serahkan kepada saudaraku yang mulia (Abu Qutaibah At Tabuukiy) dan kami terpisah dan saya tidak mengetahui hasilnya, kami memohon kepada Alloh semoga dapat menolongnya di dalam menyelesaikan tulisan tersebut.

Soal: Apa nasehat anda untuk para pemuda yang ingin memahami agamanya dan ingin menuntut ilmu?

Jawab: Saya nasehatkan kepada para pemuda secara umum untuk menuntut ilmu syar’iy khususnya ilmu aqidah dan tauhid serta apa yang harus dilakukan oleh seseorang terhadap agamanya yang berupa mempelajari sholat, zakat, puasa dan haji. Dan saya nasehatkan untuk membaca buku-buku para salaf dan membaca buku-buku imam-imam dakwah rohimahumulloh. Dan bagi para pemuda hendaknya untuk tidak terlalu mengkultuskan para syaikh sehingga menganggap setiap apa yang dikatakan dan setiap pendapatnya itu benar. Dan saya ingatkan kepada saudara-suadaraku para pemuda dengan perkataan imam Asy Syafi’iy rohimahulloh: ”para ulama salaf maupun kholaf telah bersepakat bahwa barang siapa telah memahami suatu sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam maka tidak boleh baginya untuk meninggalkannya disebabkan perkataan seseorang. Dan firman Alloh ta’ala: “Apa jawaban kalian terhadap para Rosul”. Dan firman Alloh ta’ala: ”Dan jika kalian saling berselisih pendapat maka kembalikan kepada Alloh dan Rosulnya”. Dan Alloh tidak menyebutnya untuk bertanya kepada ulama’. Dan firman Alloh ta’ala: “Maka bertanyalah kepada orang-orang yang mengetahui jika kalian tidak mengerti dengan keterangan-keterangan dan zubur”. Artinya bertanyalah kepada mereka tentang hujjah-hujjah (alasan-alasan) dan bukti-buktinya.

Soal: Ilmu dan jihad, apakah keduanya saling bertentangan? Dan jika di sana terdapat pertentangan maka manakah yang diutamakan?

Jawab: Pada hakekatnya, keduanya tidak ada pertentangan, karena jihad termasuk ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan setiap segala sesuatu yang datang dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah ilmu. Ini yang pertama. Kedua: Sesungguhnya para sahabat ra dan salafus sholeh, mereka mempelajari sunnah Rosululloh SAW dan mencari tentang hadits-haditsnya, namun begitu mereka juga berjihad fi sabilillah dan jika terdapat orang yang memanggil untuk berjihad: Wahai pasukan Alloh majulah! Maka anda melihat mereka berada di shof (barisan) terdepan, akan tetapi persoalan kita pada masa sekarang ini sesungguhnya para ulama kita, yang kita belajar kepada mereka, mereka belum pernah pergi berjihad dan hanya membatasi diri dari menuntut ilmu saja, maka setiap orang yang belajar kepada mereka berusaha untuk memiliki ciri-ciri ini sedangkan mereka tidak menyadarinya, wa laa haula wa laa quwwata illa billah.

Sedangkan ilmu itu ada dua macam: ilmu wajib dan itu yang pokok, yaitu yang telah saya sebutkan tadi, dan ilmu mustahab yaitu yang merupakan penyempurna. Maka jika negeri kaum muslimin dan kehormatan mereka, harta kekayaan mereka telah dikuasai oleh musuh Alloh maka yang mustahab harus ditinggalkan demi untuk melakukan yang wajib yaitu mempertahankan negeri kaum muslimin dan kesuciannya.

Soal: Bagaimana kita dapat mendiskusikan syubhat (kerancuan) tentang syarat tarbiyah bagi masyarakat sebelum berjihad?

Jawab: Orang yang paling bagus membahas tentang hal ini adalah Syaikh Abdul Qodir bin Abdul Aziz di dalam kitabnya Al Umdah Fii I’daadil Uddah. Akan tetapi saya katakan kepada orang-orang yang menggembar-gemborkan syubhat ini, yaitu mereka para penyeru perjuangan dan pentolan-pentolan orang yang bersikap toleran pada hakekatnya mereka itu dusta, mereka pada kenyataannya tidak mendidik para pemuda dengan tarbiyah iman dan ruh dan mereka tidak mempersiapkan diri pemuda tersebut supaya mereka membela kehormatan dan kesucian kaum muslimin, mereka itu adalah para dajjal masa kini.

Soal: Lalu apa syubhat membeda-bedakan antara jihad di Palestina dan Checnya misalnya dengan jihad di Jazirah Arab, Maghrib, Yaman dan negeri-negeri kaum muslimin yang semisalnya?
Jawab: Sungguh sangat mengherankan persolan perbedaan ini. Di Palestina Baitul Maqdis telah dijajah oleh Yahudi dengan bantuan Amerika. Dan di Jazirah, Baitul Harom dan Masjid Nabawiy telah dijajah dengan jalan tidak langsung oleh Amerika dan mereka telah membentuk basis-basis dan barak-barak militer. Mereka juga menjadi penduduk di sana dan juga merampas kekayaan umat. Lalu jika begitu apa perbedaannya? Dan sebagian mereka membolehkan untuk berjihad di sana sedangkan di Jazirah tidak boleh. Ini sangat mengherankan, Kenapa dia berkata di sini kaum mujahidin dalam keadaan tertekan atau terjepit, sedangkan di Palestina kaum mujahidin tidak dalam keadaan terjepit padahal alasannya sama, sebabnya juga sama, persis sama semuanya.

Soal: Apa penilaian anda tentang perhatian para pemuda terhadap kondisi penguasa thoghut dan apa hukum-hukum syar’iynya? Apakah pemerintahan tersebut ada kemajuan atau kemunduran?

Jawab: Alhamdulillah, kita telah melewati masa yaitu sebelum dua perang New York dan Washington, hanya sedikit sekali orang yang memahami waqi’ (kondisi realita hari ini) disebabkan sedikitnya para penyeru tauhid dan perhatian manusia. Dan yang menyedihkan sedikit sekali para dai dan ulama yang memberikan pemahaman kepada manusia tentang realita mereka hingga sekarang, akan tetapi atas karunia Alloh ta’ala setelah serangan yang berbarokah itu menjadikan kebanyakan para pemuda umat ini dan orang-orang awam dari kalangan kaum muslimin yang memahami kondisi realita dengan baik. Ini menunjukkan akan keikhlasan para ikhwah yang mulia, kita memohon kepada Alloh supaya menerima mereka sebagai syuhada’. Dan Alhamdulillah perkara ini ada kemajuan sebagaimana yang anda lihat.

Soal: Sebagian para pemikir (pengamat) dan orang-orang yang menganggap dirinya sebagai orang berilmu mensifati para mujahidin bahwa mereka itu adalah kaum Khowarij? Apakah menurut anda penyebutan sifat-sifat ini muncul disebabkan kebodohan atau itu sebagai sarana yang disengaja untuk membuat citra buruk kepada kaum mujahidin dan supaya manusia lari dari mereka?

Jawab: Pada hakekatnya saya tidak dapat memastikan tiap orang-orangnya yang menganggap bahwa dia mensifati kaum mujahidin dengan Khowarij untuk memberikan citra buruk kepada mereka, namun ada sedikit diantara mereka yang mensifati dengan hal itu disebabkan karena kebodohan, akan tetapi kebanyakan orang-orang yang mengaku-ngaku tersebut melakukan cara ini dari para penguasa pengkhianat di negara-negara kaum muslimin dengan bantuan materiil maupun moril, dan secara umum orang-orang yang mengaku-ngaku tersebut mendapatkan gaji dan subsidi  bulanan supaya apa? Supaya melakukan hal ini dan yang semisalnya.

Soal: Siapakah orang alim yang banyak anda ambil manfaat ilmu darinya dan anda melihat pada dirinya suri tauladan pada zaman ini?

Jawab: Pada hakekatnya di sana banyak para ulama’ yang saya ambil manfaat ilmu darinya baik melalui cara pelajaran ilmiyah atau melalui cara berdiskusi, akan tetapi seorang alim yang banyak saya ambil manfaat ilmu darinya dengan melalui buku-buku dan risalah-risalahnya serta melalui hubungan dengannya lewat internet dan beliau sebagai suri tauladan bagiku pada masa sekarang ini adalah Al Imam Robbaani Abu Muhammad Al Maqdese, Ashim Al Barqowiy, semoga Alloh membebaskannya dan meneguhkannya diatas kebenaran, hingga orang ini dapat memberikan pengaruh kepadaku yaitu mengatakan kebenaran secara terang-terangan dan dia dipenjara serta dipekerjakan. Maka saya memohon kepada Alloh untuk mengumpulkan saya dengannya di Firdausi A’la.

Soal: Tiba-tiba di akhir-akhir tahun banyak sikap-sikap buruk dan perubahan-perubahan dari para ulama’ dan tokoh-tokoh, apa sebab dari hal itu? Dan bagaimana menurut anda dampaknya terhadap para pemuda dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya?

Jawab: Sesungguhnya para tokoh seperti para dai yang toleran hidup bersama orang-orang kafir serta selain mereka, contohnya, mereka hanya memperhatikan satu hal saja yaitu hasil. Mereka lebih banyak memperhatikan hasil daripada manhaj. Mereka ada yang dipenjara, dan ada juga yang ditekan dan mereka merasa bahwa mereka belum menghasilkan hasil sedikitpun dan banyak para pemuda berbalik sikap, karena mereka mengoreksi diri lalu mereka merubah sikap mereka dengan anggapan bahwa mereka berada di dalam langkah dakwah kepada Alloh dan pada hakekatnya mereka tidak memahami manhaj Nabi Muhammad SAW. Rosululloh SAW mengkabarkan di dalam hadits shohih bahwa Nabi datang pada hari kiamat dan bersamanya beberapa orang, seorang dan dua orang, dan ada juga seorang Nabi yang datang pada hari kiamat dan dia tidak membawa seorangpun. Inilah Nabi SAW tidak memperhatikan hasil, akan tetapi menjadikan semua perhatiannya hanya terpusat pada penyampaian dan menegakkan apa yang diperintahkan oleh Alloh. Sehingga setiap orang diantara para dai tersebut dia mengumpulkan banyak orang dan berlomba-lomba untuk memiliki pengikut yang paling banyak wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Namun sebelum itu bahwa mereka adalah manusia, ada diantara mereka yang tertipu dengan dunia dan segala perhiasannya dan kita memohon kepada Alloh akan keteguhan hingga datang kematian. Pada hakekatnya hal itu memiliki dampak terhadap para pemuda umat. Kenapa? Karena di sana ada suatu kesalahan yang dilakukan oleh kebanyakan para dai dan ulama’ yaitu bahwa manusia memiliki keterkaitan atau dijadikan bergantung dengan sosok pribadi tertentu, dan ini adalah ketergelinciran atau kesalahan yang sangat berbahaya. Pada hari ini kita mendapatkan hasilnya, dan bagi para dai dan ulama’ serta saudara-saudara hendaknya menjadikan manusia bergantung kepada Al Qur’an dan As Sunnah, karena pribadi seseorang itu berubah-rubah sedangkan Kitabulloh dan Sunnah RosulNya akan tetap hingga hari kiamat.

Soal: Apakah disana terdapat buku-buku tertentu yang anda sarankan untuk dibaca?

Jawab: Ya! Kitab Robb Ku dan Sunnah RosulNya dan saya sarankan untuk membaca kitab-kitab para imam dakwah dan merasa puas dengannya contohnya Ad Durorus Sunniyyah, risalah-risalah dan masalah-masalah, serta karangan-karangan mereka rh.

Sedangkan dari para ulama’ Mu’ashirin (hari ini) karangan syaikh Ali Al Khudhoir, Syaikh Ahmad Al Kholidiy, Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy dan Syaikh Nashir Fahd, walaupun diantara mereka nampak beberapa hal dalam berbalik sikap namun kebenaran itu lebih berhak untuk diikuti. Di dalamnya ada beberapa hal yang mendasar bagi permasalahan-permasalahan tauhid dan jihad yang tidak terdapat pada karangan lainnya. Dan sikap berbalik mereka tidak menghalangi untuk mengambil manfaat dari apa yang telah mereka tulis dan kami Alhamdulillah, kami mengetahui seseorang dengan kebenaran bukan mengetahui kebenaran dengan seseorang. Wallohul musta’aan.

Soal: Apakah kekurangan yang paling nampak yang kita hidup sekarang ini dilihat dari sisi aqidah?

Jawab: Yaitu berhukum dengan selain syareat Alloh. Alloh ta’ala berfirman:

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya” (QS. An Nisaa’ : 60). Contoh dari hal itu pada kondisi realita kita yaitu berhukum kepada undang-undang pekerjaan dan buruh, berhukum kepada kamar dagang dan undang-undang lainnya yang menyelisihi syareat Alloh.

1. berdiam diri dari thoghut dan tidak mengkafirkan mereka. Alloh ta’ala berfirman:

Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesunguhnya ia tela berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus” (QS. Al Baqoroh : 256). Ini kondisi realita dari kebanyakan para pemuda yang berdiam diri dari membicarakan thoghut di majlis-majlis dan mereka juga tidak menerangkan kepada suadara-saudara mereka apa yang telah mereka ketahui bahwa Rosululloh SAW menghina para thoghut pada zamannya, juga membodoh-bodohkan akal mereka serta berlepas diri dari kekafiran mereka. Lihat “Mawaadhi’u minas Siiroh” oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rh.

2. Syirik kepada mahkluk hidup yaitu taat kepada makhluk dengan ketaatan secara mutlak walaupun menyelisihi syareat Alloh seperti menolak suatu hadits dan ayat demi mengikuti perkataan seseorang. Alloh ta’ala berfirman:

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam” (QS. At Taubah : 31).

Dan Syaikh Abdur Rohman bin Hasan telah banyak membahas tentang perkara ini dan menjadikannya sebagai syirik ketaatan.

Soal: Apa wasiat anda untuk:

Para pemuda:

Saya wasiatkan kepada para pemuda untuk bergabung dengan kafilah jihad fi sabilillah ta’ala dan mempersembahkan bantuan secara moril dan meteriil serta jiwa dan juga setiap apa yang dimampui oleh para pahlawan mujahidin yang telah menjauhi dunia dan perhiasannya demi untuk mendapatkan keredhoan Alloh ta’ala dan meninggikan bendera Laa ilaaha illalloh.

Dan bagi para pemuda untuk tidak menggantungkan diri kepada sosok pribadi seseorang tertentu saja walaupun apa saja nama dan hakekatnya dan hendaknya meninggalkan kehidupan yang hina, perbudakan dan kemewahan. Serta menjadikan negeri ini sebagai neraka jahim di bawah kaki-kaki Amerika.

Para ulama’:

Saya wasiatkan untuk mengamalkan setiap apa yang telah diketahuinya, dan jika tidak maka duduk-duduk di rumah dan menangisi dosa-dosanya itu lebih baik bagi mereka daripada semua ini. Dan saya ingatkan kalian tentang firman Alloh ta’ala: “Untuk menerangkan kepada manusia dan tidak menyembunyikannya”.

Para mujahidin:

Wasiatku untuk teman-teman seperjuanganku dan kekasih hatiku serta saudara-saudaraku yang telah menggelisahkan Amerika dan para sekutunya hendaknya mereka semua tetap teguh pada jalan ini dan janganlah merubah dan menggantinya, dan ketahuilah bahwa Rosululloh SAW telah mengkabarkan bahwa akan selalu ada suatu kelompok dari umatku yang berada di atas kebenaran, berperang hingga datang urusan Alloh dan mereka tetap berada diatasnya. Maka hendaknya berilah kabar gembira kepada setiap mujahid yang berperang melawan musuh-musuh Alloh dengan hadits ini.

Dan saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu mentaati para pemimpin, karena Rosululloh SAW telah mengkabarkan bahwa dengan mentaati mereka berarti mentaati Alloh dan RosulNya dan dengan bermaksiat kepada mereka berarti bermaksiat kepada Alloh dan RosulNya, kecuali jika diperintahkan untuk berbuat maksiat kepada Alloh maka tidak ada kata mendengar dan taat. Rosululloh SAW telah bersabda: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam berbuat maksiat kepada Al Khaliq”.

Dan ketahuilah wahai saudaraku, bahwa apa yang datang kepada mereka suatu kesempitan, kegelisahan dan kerisauan maka sesungguhnya suri tauladan mereka Muhammad SAW telah merasakan kesempitan dan beliau juga dilempari tahi onta. Maka demi bapak dan ibuku dia telah bersembunyi di gua selama tiga hari dan berhijroh ke Madinah. Begitu juga para sahabatnya telah disiksa sehingga mereka berhijroh ke Habasyah. Maka hendaknya mereka tetap teguh berada di jalan ini sampai Alloh memberikan karunia kepada mereka dengan kesyahidan di jalanNya.

Soal: Banyak para tentara dan intel-intel di dalam memerangi para mujahidin beralasan bahwa mereka hanyalah seorang bawahan yang diperintah dan beralasan bahwa mereka sekedar untuk mencari rezeki untuk anak-anak mereka, apakah alasan mereka mendapatkan manfaat bagi mereka?

Jawab: Sungguh sangat mengherankan bahwa alasan ini sering digunakan, sampai-sampai para waitress yang menjual arak di bar-bar mengatakan bahwa saya hanya diperintah dan untuk mencari rezeki untuk anak-anakku, dan juga para penari dansa yang berdansa di sanggar-sanggar mereka semoga Alloh memberikan kemulian kepada kalian mengatakan bahwa saya melakukannya untuk mencari rezeki untuk anak-anakku, begitu juga para pelacur mencari harta dan mengatakan saya mencari rezeki untuk anak-anakku. Sungguh, alasan ini tidak dapat diterima oleh orang yang berakal, apalagi oleh syareat.

Dan kerancuan mereka, bahwa mereka hanya diperintah, maka ini juga sebuah kedustaan belaka. Siapa mendatangkanmu dari rumahmu ke tempat ini supaya kamu dapat mengorek informasi (jasus) terhadap mujahidin, mengikuti mereka dan mendobrak masuk menyerang rumah mereka secara terus menerus, ketahuilah wahai setiap orang yang melakukan ini bahwa Abu Jahal lebih baik daripada dia, karena Abu Jahal menolak untuk mengintimidasi anak-anak perempuan dan istri-istri nabi Muhammad SAW, sedangkan mereka adalah para anjing-anjing najis. Ini adalah peringatan yang saya ingatkan kepada setiap orang yang memburu mujahidin dan mendobrak masuk menyerang di rumah-rumah mereka, sesungguhnya pada masa yang akan datang anda akan menjadi target para mujahidin dengan izin Alloh.

Dan ketahuilah, bahwa menolong Amerika dengan segala macam apapun bentuk pertolongan untuk melawan kaum muslimin itu adalah bentuk sebuah kemurtadan yang jelas dan para ulama’ telah bersepakat bahwa memberikan pertolongan dengan pikiran atau jiwa atau harta atau segala macam bentuk pertolongan lainnya maka itu adalah kekafiran yang mengeluarkannya dari agama.

Soal: Umat tidak percaya kepada kebanyakan orang yang dianggap sebagai ulama’ pada masa sekarang ini, lalu apa sebabnya? Dan apakah mungkin umat akan kehilangan para ulama’ robbaniyyun?

Jawab: Umat tidak percaya kepada mereka karena mereka telah mengkhianati Kitabulloh dan Sunnah RosulNya dan mereka telah menyembunyikan kebenaran dan tidak menerangkannya.

Dan umat tidak akan kehilangan para ulama’ robbaniyyun karena Rosululloh SAW telah mengkabarkan bahwa Alloh akan mengutus bagi umat setiap seratus tahunnya seseorang sebagai pembaharu urusan agamanya dan alhamdulillah umat masih berada di dalam kebaikan.

Soal: Manhaj reaksional itu apakah merupakan manhaj syar’iy dan apa pendapat anda tentang orang yang mengatakan bahwa itu merupakan cara yang tidak sesuai dan di dalamnya terdapat sikap menyia-nyiakan waktu dan menganggap bahwa orang-orang yang berjihad tidak memiliki wawasan melainkan manhaj reaksional?

Jawab: Manhaj reaksional (membantah) adalah manhaj syar’iy hal itu sudah sangat jelas. Jika di sana tidak ada reaksi lalu bagaimana dapat mengetahui kebenaran dari kebathilan. Dan sebagian para sahabat Rosululloh telah membantah sebagian yang lainnya, dan sebagian para ulama’ salaf juga telah membantah sebagian yang lainnya, mereka membantah orang-orang yang berbuat bid’ah, sesat, dan melenceng, dan juga buku-buku para imam dakwah telah dipenuhi dengan bantahan-bantahan terhadap orang yang menyelisihinya baik menyelisihi dalam hal furu’ (cabang) maupun ushul (dasar).

Sebenarnya orang yang mengatakan bahwa dalam hal itu terdapat sikap menyia-nyiakan waktu maka mereka itu orang-orang yang mengagung-agungkan seseorang dan mereka tidak ingin membantah atau menyalahkan mereka.

Sebagai penutup saya memohon kepada Alloh ta’ala supaya memberikan rezeki kepada kita dengan keikhlasan di dalam perkataan dan perbuatan dan kesyahidan di jalanNya, Alloh ridho kepada kita dengan hal itu dan tertawa kepada kita karena itu, sesungguhnya Alloh Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Dan kami berterima kasih kepada majalah Shotul Jihad dengan memberikan kesempatan kepada kami dan sikap tawadhu mereka bersama kami dengan memohon kepada Alloh untuk menjaga mereka dan memberikan berkah atas amal mereka, dan saya menyeru kepada saudara-saudaraku untuk saling tolong menolong bersama mereka dan memberikan doa bagi mereka. Wal hamdulillahi Robbil alamin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terkait

Tulisan Rekomendasi

Tulisan Terbaru

Tulisan Terpopuler

No Content Available