Terorisme Pesanan Atau Agenda Orang Asing ?

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

TOPIK ini mungkin ada yang kurang setuju, itu sudah dapat dipastikan, namun paling tidak ada tangggapan yang dapat kita telaah bersama. Karena  Terorisme  nampaknya masih menjadi barang dagangan yang sangat laku di Indonesia. Tiap-tiap kali ada perubahan situasi dan suasana politik, harganya langsung melonjak tinggi. Pengalihan isu politik kepada barang akomodasi ini seakan-akan tidak ada yang dapat menandinginya.

Semenjak pemerintahan SBY, issu Terorisme ini benar-benar telah mencapai puncaknya. Dari data dan informasi, sebanyak 541 orang tertuduh Teroris di jebloskan kepenjara dan puluhan orang dibantai dan ditembak ditempat dengan berbagai aksi brutal Densus 88.

Menurut Mantan Presiden Amerika, J.W Bush, laknatullah’alaihi, mengatakan dipermulaan dihembuskannya issu terorisme ini: “War on Terror” adalah” Perang Salib Gaya Baru”. Arahnya jelas, membantai ummat Islam dan membunuh semangat jihad ummat Islam yang berjihad menegakkan Syari’ah Allah dimuka bumi. Perang melawan teroris adalah perang melawan umat Islam yang berjihad dijalan Allah.

Maka tidak mengherankan jika Densus 88 yang beragama kristen sangat bersemangat untuk tidak membiarkan hidup para tersangka (yang dikatakan) teroris untuk ditangkap. Sebenarnya menangkap mereka sangat memungkinkan tanpa harus menembak dan membunuhnya, tapi balasan dan ganjaran tinggi dari sang sponsor terlalu tinggi dan memikat hati, untuk apa membiarkan mereka harus hidup lebih lama? Naudzubillah…

Tiap kali aksi pembantaian dan pembunuhan kaum Muslimin yang dituduh teroris, maka saat itu juga terdengar kucuran dana yang sangat banyak dari luar negeri kepada pelaku dan petugas (algojo) yang haus darah itu. Anehnya aksi itu terjadi apabila pimpinan atau pembesar-pembesar pemerintah Amerika datang berkunjung ke Indonesia, seakan-akan pembantaian itu menjadi sesajen istimewa untuk sang dewa kesurupan. Jadi pembantaian terhadap kaum Muslimin yang terkait atau dikaitkan sebagai teroris adalah bagian dari rekayasa internasional sebagai balas dendam terhadap kematian tentera kuffar di medan perang yang berlaku sejak perang salib dahulu sehingga peperangan terbuka dengan dunia Islam pada hari ini.

Undang-undang anti  teroris dan terorisme adalah undang-undang legal formal yang dibuat zionis dan imperialis kuffar kemudian dihembuskan kenegara-negarara jajahannya untuk membantai dan membunuh ummat Islam tanpa peperangan. Dalam suasana aman dan damai dipihak mereka, dengan undang-undang anti teror tersebut mampu membunuh ratusan hingga ribuan ummat Islam diseluruh dunia tanpa ada korban  yang berarti dipihak mereka atau jika ada sangat sedikit dibandingkan jika terjadi perang terbuka antara ummat Islam dan kaum kuffar dimedan  laga.

Sepertinya undang-undang anti teror ini sangat berkesan untuk  membunuh dan membantai kaum muslimin tanpa peperangan, dan kenyataannya ummat Islam belum mampu menghentikan dan melawannya sehingga sekarang. Walau demikian, kita bersyukur sudah mulai ada usaha sebagian kaum  Muslimin mendatangi Mabes Polri, Komisi III DPR, Komnasham, Kompolnas agar ada  tinjuaan kembali tentang undang-undang tersebut atau penghentian segera aksi brutal dan biadab itu atau undang-undang itu dibubarkan karena merugikan kaum Muslimin.

Istilah teroris dan terorisme seakan-akan  hanya diperuntukkan kepada islam dan umat Islam  sedang kafir dan kekafiran  digunakan istilah sparatis dan sparatisme. Hati-hatilah wahai para algojo, Allah Swt senantiasa mengawasi.

Allah Swt berfirman:

“Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.” (QS Al Angkabut, 29: 4)

“Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja,maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS An Nisa’, 4: 93)

Wallahu a’lam bis shawab…

Source : http://www.abujibriel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Terkait

Tulisan Rekomendasi

Tulisan Terbaru

Tulisan Terpopuler

No Content Available